← Kembali ke Kitab
Cover Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Najah
KITAB

Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Najah

Karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi Al-Bantani
Syarah atas Safinatun Najah dalam aqidah dan fikih mazhab Syafi’i. Pembahasan meliputi dasar-dasar Islam dan iman, thaharah, shalat, zakat, puasa dan pembahasan fikih yang mengikuti susunan matan Safinatun Najah.
BAGIAN 08
الْغُسْلُ
Al-Ghusl
Mandi Wajib
Tampilan: Arab + Latin + Terjemah + Penjelasan
1
Perkara yang Mewajibkan Mandi
مُوجِبَاتُ الْغُسْلِ سِتَّةٌ: الْإِيْلَاجُ، وَخُرُوجُ الْمَنِيِّ، وَالْحَيْضُ، وَالنِّفَاسُ، وَالْوِلَادَةُ، وَالْمَوْتُ.
Mūjibātul-ghusli sittatun: al-īlāj, wa khurūjul-manī, wal-ḥaiḍ, wan-nifās, wal-wilādah, wal-maut.
Perkara yang mewajibkan mandi ada enam: masuknya kepala zakar ke dalam farji, keluarnya mani, haid, nifas, melahirkan, dan kematian.
Penjabaran & Pemahaman
Empat sebab berkaitan dengan keadaan hidup seseorang, sedangkan kematian menyebabkan kewajiban memandikan jenazah oleh orang yang mengurusnya.
Dalil & Artinya
Dasar kewajiban mandi setelah janabah terdapat antara lain dalam Al-Ma’idah: 6 dan hadis-hadis Nabi .
Kesimpulan
Mandi wajib dilakukan karena sebab-sebab yang ditetapkan syariat.
Keterangan
Enam sebab mandi wajib.
2
Fardhu Mandi
فُرُوضُ الْغُسْلِ اثْنَانِ: النِّيَّةُ وَتَعْمِيمُ الْبَدَنِ بِالْمَاءِ.
Furūḍul-ghusli itsnān: an-niyyatu wa ta‘mīm ul-badani bil-māʼ.
Fardhu mandi ada dua: niat dan meratakan air ke seluruh tubuh.
Penjabaran & Pemahaman
Air harus mengenai seluruh bagian luar tubuh yang wajib dibasuh. Niat menjadi pembeda antara mandi ibadah dan mandi biasa.
Dalil & Artinya
Allah berfirman: «وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا»(Al-Ma’idah: 6).
Kesimpulan
Mandi wajib sah dengan niat dan meratakan air ke seluruh tubuh sesuai ketentuannya.
Keterangan
Rukun mandi wajib.