← Kembali ke Kitab
Cover Aqidatul Awam
KITAB

Aqidatul Awam

Karya Syekh Ahmad bin Muhammad al-Marzuqi al-Maliki
Nazham ringkas ilmu tauhid yang memuat pokok-pokok akidah dasar: sifat wajib, mustahil dan jaiz bagi Allah; sifat para rasul; nama-nama nabi dan rasul; malaikat; kitab-kitab yang diturunkan; perkara hari akhir; serta beberapa bagian penting tentang Nabi Muhammad ﷺ, keluarga beliau, Isra dan Mi’raj.
BAGIAN 01
الْمُقَدِّمَةُ
Al-Muqaddimah
Pendahuluan
Tampilan: Arab + Latin + Terjemah + Penjelasan
1
Bait 1
أَبْدَأُ بِاسْمِ اللهِ وَالرَّحْمَنِ * وَبِالرَّحِيمِ دَائِمِ الإِحْسَانِ
Abda'u bismillāhi war-raḥmāni * wa bir-raḥīmi dā'imil-iḥsāni
Aku memulai dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang senantiasa memberikan kebaikan.
Penjabaran & Pemahaman
Bait ini membahas aku memulai dengan nama allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang senantiasa memberikan kebaikan. Dalam kerangka ilmu tauhid, pembahasan ini harus dipahami sebagai penegasan kesempurnaan Allah. Perhatikan istilah pada matan, jangan mengubah maknanya dengan menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk. Hubungan bait ini dengan bait sebelum dan sesudahnya juga penting agar pembaca memahami susunan pembahasan secara utuh.
Dalil & Artinya
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا\nArtinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan. (QS. Al-Ahzab: 56)
Kesimpulan
Kesimpulan bait 1: Aku memulai dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang senantiasa memberikan kebaikan. Dengan demikian, pembaca tidak cukup hanya menghafal lafaznya, tetapi perlu memahami makna, dalil pendukung, dan kaitannya dengan pokok akidah yang sedang dibahas.
Keterangan
Matan Arab dipertahankan sebagai teks kitab. Terjemah, penjabaran, dalil dan kesimpulan merupakan lapisan pembelajaran digital.
2
Bait 2
فَالْحَمْدُ لِلَّهِ الْقَدِيمِ الأَوَّلِ * الآخِرِ الْبَاقِي بِلاَ تَحَوُّلِ
Fal-ḥamdu lillāhil-qadīmil-awwali * al-ākhiril-bāqī bilā taḥawwuli
Segala puji bagi Allah Yang Maha Dahulu, Yang Maha Awal, Yang Maha Akhir, Yang Maha Kekal tanpa perubahan.
Penjabaran & Pemahaman
Bait ini membahas segala puji bagi allah yang maha dahulu, yang maha awal, yang maha akhir, yang maha kekal tanpa perubahan. Dalam kerangka ilmu tauhid, pembahasan ini harus dipahami sebagai penegasan kesempurnaan Allah. Perhatikan istilah pada matan, jangan mengubah maknanya dengan menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk. Hubungan bait ini dengan bait sebelum dan sesudahnya juga penting agar pembaca memahami susunan pembahasan secara utuh.
Dalil & Artinya
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ\nArtinya: Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Asy-Syura: 11)
Kesimpulan
Kesimpulan bait 2: Segala puji bagi Allah Yang Maha Dahulu, Yang Maha Awal, Yang Maha Akhir, Yang Maha Kekal tanpa perubahan. Dengan demikian, pembaca tidak cukup hanya menghafal lafaznya, tetapi perlu memahami makna, dalil pendukung, dan kaitannya dengan pokok akidah yang sedang dibahas.
Keterangan
Matan Arab dipertahankan sebagai teks kitab. Terjemah, penjabaran, dalil dan kesimpulan merupakan lapisan pembelajaran digital.
3
Bait 3
ثُمَّ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ سَرْمَدَا * عَلَى النَّبِيِّ خَيْرِ مَنْ قَدْ وَحَّدَا
Ṡummas-ṣalātu was-salāmu sarmadanā * 'alan-nabiyyi khayri man qad waḥḥadā
Kemudian semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi, sebaik-baik orang yang mentauhidkan Allah.
Penjabaran & Pemahaman
Bait ini membahas kemudian semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada nabi, sebaik-baik orang yang mentauhidkan allah. Dalam kerangka ilmu tauhid, pembahasan ini harus dipahami sebagai penegasan kesempurnaan Allah. Perhatikan istilah pada matan, jangan mengubah maknanya dengan menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk. Hubungan bait ini dengan bait sebelum dan sesudahnya juga penting agar pembaca memahami susunan pembahasan secara utuh.
Dalil & Artinya
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ\nArtinya: Sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kalangan kalian sendiri; terasa berat olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan kebaikan bagi kalian, dan terhadap orang-orang mukmin beliau penyantun lagi penyayang. (QS. At-Taubah: 128)
Kesimpulan
Kesimpulan bait 3: Kemudian semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi, sebaik-baik orang yang mentauhidkan Allah. Dengan demikian, pembaca tidak cukup hanya menghafal lafaznya, tetapi perlu memahami makna, dalil pendukung, dan kaitannya dengan pokok akidah yang sedang dibahas.
Keterangan
Matan Arab dipertahankan sebagai teks kitab. Terjemah, penjabaran, dalil dan kesimpulan merupakan lapisan pembelajaran digital.
4
Bait 4
وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعْ * سَبِيلَ دِينِ الْحَقِّ غَيْرَ مُبْتَدِعْ
Wa ālihī wa ṣaḥbihī wa man tabi' * sabīla dīnil-ḥaqqi ghayra mubtadi'
Juga kepada keluarga beliau, para sahabat, dan siapa saja yang mengikuti jalan agama yang benar tanpa membuat-buat perkara agama.
Penjabaran & Pemahaman
Bait ini membahas juga kepada keluarga beliau, para sahabat, dan siapa saja yang mengikuti jalan agama yang benar tanpa membuat-buat perkara agama. Dalam kerangka ilmu tauhid, pembahasan ini harus dipahami sebagai penegasan kesempurnaan Allah. Perhatikan istilah pada matan, jangan mengubah maknanya dengan menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk. Hubungan bait ini dengan bait sebelum dan sesudahnya juga penting agar pembaca memahami susunan pembahasan secara utuh.
Dalil & Artinya
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ\nArtinya: Kami tidak mengutus seorang rasul pun kecuali dengan bahasa kaumnya agar ia menjelaskan kepada mereka. (QS. Ibrahim: 4)
Kesimpulan
Kesimpulan bait 4: Juga kepada keluarga beliau, para sahabat, dan siapa saja yang mengikuti jalan agama yang benar tanpa membuat-buat perkara agama. Dengan demikian, pembaca tidak cukup hanya menghafal lafaznya, tetapi perlu memahami makna, dalil pendukung, dan kaitannya dengan pokok akidah yang sedang dibahas.
Keterangan
Matan Arab dipertahankan sebagai teks kitab. Terjemah, penjabaran, dalil dan kesimpulan merupakan lapisan pembelajaran digital.