← Kembali ke Kitab
Cover Aqidatul Awam
KITAB

Aqidatul Awam

Karya Syekh Ahmad bin Muhammad al-Marzuqi al-Maliki
Nazham ringkas ilmu tauhid yang memuat pokok-pokok akidah dasar: sifat wajib, mustahil dan jaiz bagi Allah; sifat para rasul; nama-nama nabi dan rasul; malaikat; kitab-kitab yang diturunkan; perkara hari akhir; serta beberapa bagian penting tentang Nabi Muhammad ﷺ, keluarga beliau, Isra dan Mi’raj.
BAGIAN 02
صِفَاتُ اللهِ
Ṣifātullāh
Sifat-Sifat Allah
Tampilan: Arab + Latin + Terjemah + Penjelasan
5
Bait 5
وَبَعْدُ فَاعْلَمْ بِوُجُوبِ الْمَعْرِفَهْ * مِنْ وَاجِبٍ لِلَّهِ عِشْرِينَ صِفَهْ
Wa ba'du fa'lam biwujūbil-ma'rifah * min wājibin lillāhi 'išrīna ṣifah
Ketahuilah bahwa wajib mengetahui dua puluh sifat yang wajib bagi Allah.
Penjabaran & Pemahaman
Bait ini membahas ketahuilah bahwa wajib mengetahui dua puluh sifat yang wajib bagi allah. Dalam kerangka ilmu tauhid, pembahasan ini harus dipahami sebagai penegasan kesempurnaan Allah. Perhatikan istilah pada matan, jangan mengubah maknanya dengan menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk. Hubungan bait ini dengan bait sebelum dan sesudahnya juga penting agar pembaca memahami susunan pembahasan secara utuh.
Dalil & Artinya
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ\nArtinya: Maka ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah. (QS. Muhammad: 19)
Kesimpulan
Kesimpulan bait 5: Ketahuilah bahwa wajib mengetahui dua puluh sifat yang wajib bagi Allah. Dengan demikian, pembaca tidak cukup hanya menghafal lafaznya, tetapi perlu memahami makna, dalil pendukung, dan kaitannya dengan pokok akidah yang sedang dibahas.
Keterangan
Matan Arab dipertahankan sebagai teks kitab. Terjemah, penjabaran, dalil dan kesimpulan merupakan lapisan pembelajaran digital.
6
Bait 6
فَاللَّهُ مَوْجُودٌ قَدِيمٌ بَاقِي * مُخَالِفٌ لِلْخَلْقِ بِالإِطْلَاقِ
Fallāhu mawjūdun qadīmun bāqī * mukhālifun lil-khalqi bil-iṭlāqi
Allah itu Ada, Qadim, Baqa', dan berbeda dengan seluruh makhluk secara mutlak.
Penjabaran & Pemahaman
Bait ini membahas allah itu ada, qadim, baqa'', dan berbeda dengan seluruh makhluk secara mutlak. Dalam kerangka ilmu tauhid, pembahasan ini harus dipahami sebagai penegasan kesempurnaan Allah. Perhatikan istilah pada matan, jangan mengubah maknanya dengan menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk. Hubungan bait ini dengan bait sebelum dan sesudahnya juga penting agar pembaca memahami susunan pembahasan secara utuh.
Dalil & Artinya
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ\nArtinya: Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Asy-Syura: 11)
Kesimpulan
Kesimpulan bait 6: Allah itu Ada, Qadim, Baqa'', dan berbeda dengan seluruh makhluk secara mutlak. Dengan demikian, pembaca tidak cukup hanya menghafal lafaznya, tetapi perlu memahami makna, dalil pendukung, dan kaitannya dengan pokok akidah yang sedang dibahas.
Keterangan
Matan Arab dipertahankan sebagai teks kitab. Terjemah, penjabaran, dalil dan kesimpulan merupakan lapisan pembelajaran digital.
7
Bait 7
وَقَائِمٌ غَنِيْ وَوَاحِدٌ وَحَيّ * قَادِرْ مُرِيدٌ عَالِمٌ بِكُلِّ شَيْ
Wa qā'imun ghaniyyun wa wāḥidun wa ḥayy * qādirun murīdun 'ālimun bikulli shay'
Allah Berdiri Sendiri, Maha Kaya, Maha Esa, Maha Hidup, Maha Kuasa, Maha Menghendaki, dan Maha Mengetahui segala sesuatu.
Penjabaran & Pemahaman
Bait ini membahas allah berdiri sendiri, maha kaya, maha esa, maha hidup, maha kuasa, maha menghendaki, dan maha mengetahui segala sesuatu. Dalam kerangka ilmu tauhid, pembahasan ini harus dipahami sebagai penegasan kesempurnaan Allah. Perhatikan istilah pada matan, jangan mengubah maknanya dengan menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk. Hubungan bait ini dengan bait sebelum dan sesudahnya juga penting agar pembaca memahami susunan pembahasan secara utuh.
Dalil & Artinya
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللهِ وَاللهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ\nArtinya: Wahai manusia, kalianlah yang membutuhkan Allah, dan Allah Dialah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji. (QS. Fathir: 15)
Kesimpulan
Kesimpulan bait 7: Allah Berdiri Sendiri, Maha Kaya, Maha Esa, Maha Hidup, Maha Kuasa, Maha Menghendaki, dan Maha Mengetahui segala sesuatu. Dengan demikian, pembaca tidak cukup hanya menghafal lafaznya, tetapi perlu memahami makna, dalil pendukung, dan kaitannya dengan pokok akidah yang sedang dibahas.
Keterangan
Matan Arab dipertahankan sebagai teks kitab. Terjemah, penjabaran, dalil dan kesimpulan merupakan lapisan pembelajaran digital.
8
Bait 8
سَمِيعٌ الْبَصِيرُ وَالْمُتَكَلِّمُ * لَهُ صِفَاتٌ سَبْعَةٌ تَنْتَظِمُ
Samī'un al-baṣīru wal-mutakallimu * lahū ṣifātun sab'atun tantaẓimu
Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Berfirman; bagi-Nya ada tujuh sifat yang tersusun.
Penjabaran & Pemahaman
Bait ini membahas allah maha mendengar, maha melihat, dan maha berfirman; bagi-nya ada tujuh sifat yang tersusun. Dalam kerangka ilmu tauhid, pembahasan ini harus dipahami sebagai penegasan kesempurnaan Allah. Perhatikan istilah pada matan, jangan mengubah maknanya dengan menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk. Hubungan bait ini dengan bait sebelum dan sesudahnya juga penting agar pembaca memahami susunan pembahasan secara utuh.
Dalil & Artinya
إِنَّ اللهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا\nArtinya: Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. An-Nisa: 134)
Kesimpulan
Kesimpulan bait 8: Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Berfirman; bagi-Nya ada tujuh sifat yang tersusun. Dengan demikian, pembaca tidak cukup hanya menghafal lafaznya, tetapi perlu memahami makna, dalil pendukung, dan kaitannya dengan pokok akidah yang sedang dibahas.
Keterangan
Matan Arab dipertahankan sebagai teks kitab. Terjemah, penjabaran, dalil dan kesimpulan merupakan lapisan pembelajaran digital.
9
Bait 9
فَقُدْرَةٌ إِرَادَةٌ سَمْعٌ بَصَرْ * حَيَاةٌ الْعِلْمُ كَلاَمٌ اسْتَمَرْ
Fa qudratun irādatun sam'un baṣar * ḥayātun al-'ilmu kalāmun istamar
Yaitu Kuasa, Berkehendak, Mendengar, Melihat, Hidup, Mengetahui, dan Berfirman yang terus sempurna.
Penjabaran & Pemahaman
Bait ini membahas yaitu kuasa, berkehendak, mendengar, melihat, hidup, mengetahui, dan berfirman yang terus sempurna. Dalam kerangka ilmu tauhid, pembahasan ini harus dipahami sebagai penegasan kesempurnaan Allah. Perhatikan istilah pada matan, jangan mengubah maknanya dengan menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk. Hubungan bait ini dengan bait sebelum dan sesudahnya juga penting agar pembaca memahami susunan pembahasan secara utuh.
Dalil & Artinya
إِنَّ اللهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ\nArtinya: Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah: 20)
Kesimpulan
Kesimpulan bait 9: Yaitu Kuasa, Berkehendak, Mendengar, Melihat, Hidup, Mengetahui, dan Berfirman yang terus sempurna. Dengan demikian, pembaca tidak cukup hanya menghafal lafaznya, tetapi perlu memahami makna, dalil pendukung, dan kaitannya dengan pokok akidah yang sedang dibahas.
Keterangan
Matan Arab dipertahankan sebagai teks kitab. Terjemah, penjabaran, dalil dan kesimpulan merupakan lapisan pembelajaran digital.
10
Bait 10
وَجَائِزٌ بِفَضْلِهِ وَعَدْلِهِ * تَرْكٌ لِكُلِّ مُمْكِنٍ كَفِعْلِهِ
Wa jā'izun bifaḍlihī wa 'adlihī * tarkun likulli mumkinin kaf'lihī
Dengan karunia dan keadilan-Nya, jaiz bagi Allah meninggalkan setiap perkara yang mungkin sebagaimana jaiz bagi-Nya melakukannya.
Penjabaran & Pemahaman
Bait ini membahas dengan karunia dan keadilan-nya, jaiz bagi allah meninggalkan setiap perkara yang mungkin sebagaimana jaiz bagi-nya melakukannya. Dalam kerangka ilmu tauhid, pembahasan ini harus dipahami sebagai penegasan kesempurnaan Allah. Perhatikan istilah pada matan, jangan mengubah maknanya dengan menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk. Hubungan bait ini dengan bait sebelum dan sesudahnya juga penting agar pembaca memahami susunan pembahasan secara utuh.
Dalil & Artinya
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ\nArtinya: Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilih apa yang Dia kehendaki. (QS. Al-Qashash: 68)
Kesimpulan
Kesimpulan bait 10: Dengan karunia dan keadilan-Nya, jaiz bagi Allah meninggalkan setiap perkara yang mungkin sebagaimana jaiz bagi-Nya melakukannya. Dengan demikian, pembaca tidak cukup hanya menghafal lafaznya, tetapi perlu memahami makna, dalil pendukung, dan kaitannya dengan pokok akidah yang sedang dibahas.
Keterangan
Matan Arab dipertahankan sebagai teks kitab. Terjemah, penjabaran, dalil dan kesimpulan merupakan lapisan pembelajaran digital.