← Kembali ke Kitab
Cover Aqidatul Awam
KITAB

Aqidatul Awam

Karya Syekh Ahmad bin Muhammad al-Marzuqi al-Maliki
Nazham ringkas ilmu tauhid yang memuat pokok-pokok akidah dasar: sifat wajib, mustahil dan jaiz bagi Allah; sifat para rasul; nama-nama nabi dan rasul; malaikat; kitab-kitab yang diturunkan; perkara hari akhir; serta beberapa bagian penting tentang Nabi Muhammad ﷺ, keluarga beliau, Isra dan Mi’raj.
BAGIAN 09
الْخَاتِمَةُ
Al-Khātimah
Penutup
Tampilan: Arab + Latin + Terjemah + Penjelasan
51
Bait 51
وَهَذِهِ عَقِيدَةٌ مُخْتَصَرَهْ * وَلِلْعَوَامِ سَهْلَةٌ مُيَسَّرَهْ
Wa hādhihi 'aqīdatun mukhtaṣarah * wa lil-'awāmi sahlatu muyassarah
Inilah akidah yang ringkas, mudah, dan dimudahkan bagi orang-orang awam.
Penjabaran & Pemahaman
Bait ini merupakan bagian penutup yang menjelaskan inilah akidah yang ringkas, mudah, dan dimudahkan bagi orang-orang awam. Pengarang mengakhiri nazham dengan menjelaskan tujuan karya, mendoakan guru, keluarga, sahabat, dan pembaca, serta memohon keikhlasan. Ini menunjukkan bahwa ilmu akidah harus berujung pada iman, amal, adab, dan manfaat.
Dalil & Artinya
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا\nArtinya: Dan katakanlah: Wahai Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu. (QS. Taha: 114)
Kesimpulan
Kesimpulan bait 51: Inilah akidah yang ringkas, mudah, dan dimudahkan bagi orang-orang awam. Dengan demikian, pembaca tidak cukup hanya menghafal lafaznya, tetapi perlu memahami makna, dalil pendukung, dan kaitannya dengan pokok akidah yang sedang dibahas.
Keterangan
Matan Arab dipertahankan sebagai teks kitab. Terjemah, penjabaran, dalil dan kesimpulan merupakan lapisan pembelajaran digital.
52
Bait 52
نَاظِمُ تِلْكَ أَحْمَدُ الْمَرْزُوقِي * مَنْ يَنْتَمِي لِلصَّادِقِ الْمَصْدُوقِ
Nāẓimu tilka Aḥmadul-Marzuqī * man yantamī liṣ-Ṣādiqil-Maṣdūq
Penyusun nazham itu adalah Ahmad al-Marzuqi, yang bernisbat kepada ash-Shadiq al-Mashduq.
Penjabaran & Pemahaman
Bait ini merupakan bagian penutup yang menjelaskan penyusun nazham itu adalah ahmad al-marzuqi, yang bernisbat kepada ash-shadiq al-mashduq. Pengarang mengakhiri nazham dengan menjelaskan tujuan karya, mendoakan guru, keluarga, sahabat, dan pembaca, serta memohon keikhlasan. Ini menunjukkan bahwa ilmu akidah harus berujung pada iman, amal, adab, dan manfaat.
Dalil & Artinya
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ\nArtinya: Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kalian tidak mengetahui. (QS. An-Nahl: 43)
Kesimpulan
Kesimpulan bait 52: Penyusun nazham itu adalah Ahmad al-Marzuqi, yang bernisbat kepada ash-Shadiq al-Mashduq. Dengan demikian, pembaca tidak cukup hanya menghafal lafaznya, tetapi perlu memahami makna, dalil pendukung, dan kaitannya dengan pokok akidah yang sedang dibahas.
Keterangan
Matan Arab dipertahankan sebagai teks kitab. Terjemah, penjabaran, dalil dan kesimpulan merupakan lapisan pembelajaran digital.
53
Bait 53
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَصَلَّى سَلَّمَا * عَلَى النَّبِيِّ خَيْرِ مَنْ قَدْ عَلَّمَا
Wal-ḥamdu lillāhi wa ṣallā sallamā * 'alan-nabiyyi khayri man qad 'allamā
Segala puji bagi Allah; semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi, sebaik-baik orang yang mengajarkan.
Penjabaran & Pemahaman
Bait ini merupakan bagian penutup yang menjelaskan segala puji bagi allah; semoga shalawat dan salam tercurah kepada nabi, sebaik-baik orang yang mengajarkan. Pengarang mengakhiri nazham dengan menjelaskan tujuan karya, mendoakan guru, keluarga, sahabat, dan pembaca, serta memohon keikhlasan. Ini menunjukkan bahwa ilmu akidah harus berujung pada iman, amal, adab, dan manfaat.
Dalil & Artinya
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ\nArtinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. (QS. Al-Fatihah: 2)
Kesimpulan
Kesimpulan bait 53: Segala puji bagi Allah; semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi, sebaik-baik orang yang mengajarkan. Dengan demikian, pembaca tidak cukup hanya menghafal lafaznya, tetapi perlu memahami makna, dalil pendukung, dan kaitannya dengan pokok akidah yang sedang dibahas.
Keterangan
Matan Arab dipertahankan sebagai teks kitab. Terjemah, penjabaran, dalil dan kesimpulan merupakan lapisan pembelajaran digital.
54
Bait 54
وَالآلِ وَالصَّحْبِ وَكُلِّ مُرْشِدِ * وَكُلِّ مَنْ بِخَيْرِ هَدْيٍ يَقْتَدِي
Wal-āli waṣ-ṣaḥbi wa kulli murshid * wa kulli man bikhayri hadyin yaqtadī
Juga kepada keluarga, para sahabat, setiap pembimbing, dan setiap orang yang mengikuti petunjuk yang baik.
Penjabaran & Pemahaman
Bait ini merupakan bagian penutup yang menjelaskan juga kepada keluarga, para sahabat, setiap pembimbing, dan setiap orang yang mengikuti petunjuk yang baik. Pengarang mengakhiri nazham dengan menjelaskan tujuan karya, mendoakan guru, keluarga, sahabat, dan pembaca, serta memohon keikhlasan. Ini menunjukkan bahwa ilmu akidah harus berujung pada iman, amal, adab, dan manfaat.
Dalil & Artinya
وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ\nArtinya: Dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar. (QS. At-Taubah: 119)
Kesimpulan
Kesimpulan bait 54: Juga kepada keluarga, para sahabat, setiap pembimbing, dan setiap orang yang mengikuti petunjuk yang baik. Dengan demikian, pembaca tidak cukup hanya menghafal lafaznya, tetapi perlu memahami makna, dalil pendukung, dan kaitannya dengan pokok akidah yang sedang dibahas.
Keterangan
Matan Arab dipertahankan sebagai teks kitab. Terjemah, penjabaran, dalil dan kesimpulan merupakan lapisan pembelajaran digital.
55
Bait 55
وَأَسْأَلُ الْكَرِيمَ إِخْلاَصَ الْعَمَلْ * وَنَفْعَ كُلِّ مَنْ بِهَا قَدِ اشْتَغَلْ
Wa as'alul-karīma ikhlāṣal-'amal * wa naf'a kulli man bihā qadish-taghal
Aku memohon kepada Allah Yang Mahamulia keikhlasan dalam amal dan manfaat bagi setiap orang yang mempelajari nazham ini.
Penjabaran & Pemahaman
Bait ini merupakan bagian penutup yang menjelaskan aku memohon kepada allah yang mahamulia keikhlasan dalam amal dan manfaat bagi setiap orang yang mempelajari nazham ini. Pengarang mengakhiri nazham dengan menjelaskan tujuan karya, mendoakan guru, keluarga, sahabat, dan pembaca, serta memohon keikhlasan. Ini menunjukkan bahwa ilmu akidah harus berujung pada iman, amal, adab, dan manfaat.
Dalil & Artinya
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ\nArtinya: Mereka tidak diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. (QS. Al-Bayyinah: 5)
Kesimpulan
Kesimpulan bait 55: Aku memohon kepada Allah Yang Mahamulia keikhlasan dalam amal dan manfaat bagi setiap orang yang mempelajari nazham ini. Dengan demikian, pembaca tidak cukup hanya menghafal lafaznya, tetapi perlu memahami makna, dalil pendukung, dan kaitannya dengan pokok akidah yang sedang dibahas.
Keterangan
Matan Arab dipertahankan sebagai teks kitab. Terjemah, penjabaran, dalil dan kesimpulan merupakan lapisan pembelajaran digital.
56
Bait 56
أَبْيَاتُهَا (مَيْزٌ) بِعَدِّ الْجُمَلِ * تَارِيخُهَا (لِيْ حَيُّ غُرٍّ) جُمَلِ
Abyātuhā (mayzun) bi'addil-jumal * tārīkhuhā (lī ḥayyu ghurrin) jumal
Jumlah baitnya dinyatakan dengan hitungan jumal pada lafaz yang disebut pengarang, dan tahun penulisannya juga dinyatakan dengan hitungan jumal.
Penjabaran & Pemahaman
Bait ini merupakan bagian penutup yang menjelaskan jumlah baitnya dinyatakan dengan hitungan jumal pada lafaz yang disebut pengarang, dan tahun penulisannya juga dinyatakan dengan hitungan jumal. Pengarang mengakhiri nazham dengan menjelaskan tujuan karya, mendoakan guru, keluarga, sahabat, dan pembaca, serta memohon keikhlasan. Ini menunjukkan bahwa ilmu akidah harus berujung pada iman, amal, adab, dan manfaat.
Dalil & Artinya
مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللهِ بَاقٍ\nArtinya: Apa yang ada pada kalian akan lenyap, sedangkan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. (QS. An-Nahl: 96)
Kesimpulan
Kesimpulan bait 56: Jumlah baitnya dinyatakan dengan hitungan jumal pada lafaz yang disebut pengarang, dan tahun penulisannya juga dinyatakan dengan hitungan jumal. Dengan demikian, pembaca tidak cukup hanya menghafal lafaznya, tetapi perlu memahami makna, dalil pendukung, dan kaitannya dengan pokok akidah yang sedang dibahas.
Keterangan
Matan Arab dipertahankan sebagai teks kitab. Terjemah, penjabaran, dalil dan kesimpulan merupakan lapisan pembelajaran digital.
57
Bait 57
سَمَّيْتُهَا عَقِيدَةَ الْعَوَامِ * مِنْ وَاجِبٍ فِي الدِّينِ بِالتَّمَامِ
Sammaytuhā 'Aqīdatil-'Awām * min wājibin fīd-dīni bit-tamām
Aku menamakannya Aqidatul Awam, yang memuat hal-hal wajib dalam agama secara sempurna.
Penjabaran & Pemahaman
Bait ini merupakan bagian penutup yang menjelaskan aku menamakannya aqidatul awam, yang memuat hal-hal wajib dalam agama secara sempurna. Pengarang mengakhiri nazham dengan menjelaskan tujuan karya, mendoakan guru, keluarga, sahabat, dan pembaca, serta memohon keikhlasan. Ini menunjukkan bahwa ilmu akidah harus berujung pada iman, amal, adab, dan manfaat.
Dalil & Artinya
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا\nArtinya: Dan katakanlah: Wahai Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu. (QS. Taha: 114)
Kesimpulan
Kesimpulan bait 57: Aku menamakannya Aqidatul Awam, yang memuat hal-hal wajib dalam agama secara sempurna. Dengan demikian, pembaca tidak cukup hanya menghafal lafaznya, tetapi perlu memahami makna, dalil pendukung, dan kaitannya dengan pokok akidah yang sedang dibahas.
Keterangan
Matan Arab dipertahankan sebagai teks kitab. Terjemah, penjabaran, dalil dan kesimpulan merupakan lapisan pembelajaran digital.