← Kembali ke Kitab
Cover Sullam At-Taufiq
KITAB

Sullam At-Taufiq

Karya Sayyid Abdullah bin Husain bin Thahir Ba'Alawi Al-Hadhrami Asy-Syafi'i
Sullam At-Taufiq ila Mahabbatillah 'ala At-Tahqiq adalah ringkasan yang membahas pokok agama, fikih, penyucian jiwa, maksiat, dan taubat. Data digital ini mempertahankan matan Arab sebagai teks utama dan memisahkan terjemah, penjabaran, dalil, serta kesimpulan sebagai lapisan pembelajaran.
BAGIAN 04
بَابُ الطَّهَارَةِ وَالصَّلَاةِ
Bābuṭ-Ṭahārah waṣ-Ṣalāh
Bab Bersuci dan Shalat
Tampilan: Arab + Latin + Terjemah + Penjelasan
1
Pembahasan 1
فَمِنْ شُرُوطِ الصَّلاةِ الوُضُوءُ، وفُرُوضُهُ سِتَّةٌ: الأوَّلُ: نِيَّةُ الطَّهارَةِ لِلصَّلاةِ بِالقَلْبِ، عِنْدَ غَسْلِ الوَجْهِ؛ الثّاني: غَسْلُ الوَجْهِ جَمِيعِهِ؛ الثّالِثُ: غَسْلُ اليَدَيْنِ مَعَ المِرْفَقَيْنِ؛ الرابِعُ: مَسْحُ الرّأْسِ؛ الخامِسُ: غَسْلُ الرِّجْلَيْنِ مَعَ الكَعْبَيْنِ؛ السّادِسُ: التَّرْتِيبُ.
famin shuruwṭi alṣṣalāhi alwuḍuwʾu، wfuruwḍuhu sittahun: alawwalu: niyyahu alṭṭahārahi lilṣṣalāhi biālqalbi، ʿinda ghasli alwajhi؛ alththāny: ghaslu alwajhi jamiyʿihi؛ alththālithu: ghaslu alyadayni maʿa almirfaqayni؛ alrābiʿu: masḥu alrrasi؛ alkhāmisu: ghaslu alrrijlayni maʿa alkaʿbayni؛ alssādisu: alttartiybu.
Di antara syarat shalat adalah wudu. Fardu wudu ada enam: niat, membasuh wajah, membasuh kedua tangan sampai siku, mengusap kepala, membasuh kedua kaki sampai mata kaki, dan tertib.
Penjabaran & Pemahaman
Urutan tersebut menunjukkan bahwa wudu bukan sekadar membasuh anggota badan. Niat dan tertib termasuk bagian penting dalam pelaksanaannya menurut mazhab Syafi'i.
Dalil & Artinya
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ\n\nArtinya: Wahai orang-orang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan shalat, basuhlah wajah dan tanganmu sampai siku... (QS. Al-Mā'idah: 6)
Kesimpulan
Kesempurnaan wudu menjadi salah satu dasar sahnya shalat.
Keterangan
Fardu wudu harus dikerjakan dengan benar dan berurutan.
2
Pembahasan 2
ويَنْقُضُ الوُضُوءَ: ما خَرَجَ مِنَ السَّبِيلَيْنِ إلّا المَنِيَّ؛ ومَسُّ قُبُلِ الآدَمِيِّ أو حَلْقَةِ دُبُرِهِ بِبَطْنِ الكَفِّ بِلا حائِلٍ؛ ولَمْسُ بَشَرَةِ الأَجْنَبِيَّةِ؛ وزَوالُ العَقْلِ إلّا نَوْمَ قاعِدٍ مُمَكِّنٍ مَقْعَدَتَهُ.
wyanquḍu alwuḍuwʾa: mā kharaja mina alssabiylayni illā almaniyya؛ wmassu qubuli alādamiyyi aw ḥalqahi duburihi bibaṭni alkaffi bilā ḥāʾilin؛ wlamsu basharahi alaajnabiyyahi؛ wzawālu alʿaqli illā nawma qāʿidin mumakkinin maqʿadatahu.
Hal-hal yang membatalkan wudu antara lain keluarnya sesuatu dari dua jalan selain mani, menyentuh kemaluan dengan telapak tangan tanpa penghalang, sentuhan kulit lawan jenis yang memenuhi rincian hukum, dan hilangnya kesadaran kecuali tidur dalam posisi duduk yang memungkinkan.
Penjabaran & Pemahaman
Rincian pembatal wudu harus dipahami sesuai mazhab Syafi'i dan keadaan yang disebutkan dalam kitab, agar tidak terlalu memperluas atau mempersempit hukum.
Dalil & Artinya
وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا\n\nArtinya: Jika kamu dalam keadaan junub, maka bersucilah. (QS. Al-Mā'idah: 6)
Kesimpulan
Mengetahui pembatal wudu diperlukan agar ibadah shalat dilakukan dalam keadaan suci.
Keterangan
Seorang muslim perlu mengetahui perkara yang membatalkan wudu sebelum melaksanakan shalat.
3
Pembahasan 3
يَجِبُ الاسْتِنْجاءُ مِنْ كُلِّ رَطْبٍ خارِجٍ مِنَ السَّبِيلَيْنِ غَيْرِ المَنِيِّ: بِالغَسْلِ بِالماءِ إلى أنْ يَطْهُرَ المَحَلُّ؛ أو بِمَسْحِهِ ثَلاثَ مَسَحاتٍ أو أكْثَرَ.
yajibu alāstinjāʾu min kulli raṭbin khārijin mina alssabiylayni ghayri almaniyyi: biālghasli biālmāʾi ilā an yaṭhura almaḥallu؛ aw bimasḥihi thalātha masaḥātin aw akthara.
Wajib beristinja dari setiap benda basah yang keluar dari dua jalan selain mani, dengan air sampai tempatnya bersih atau dengan mengusap sedikitnya tiga kali menggunakan alat yang memenuhi syarat.
Penjabaran & Pemahaman
Pembahasan istinja menunjukkan perhatian syariat terhadap kebersihan dan kesucian sebelum ibadah.
Dalil & Artinya
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ\n\nArtinya: Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang banyak bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri. (QS. Al-Baqarah: 222)
Kesimpulan
Kesucian merupakan bagian penting dari persiapan ibadah.
Keterangan
Seorang muslim wajib membersihkan najis yang keluar dari dua jalan sesuai ketentuan syariat.
4
Pembahasan 4
والَّذِي يُوجِبُهُ خَمْسَةُ أَشْياءَ: خُرُوجُ المَنِيِّ والجِماعُ والحَيْضُ والنِّفاسُ والوِلادَةُ، وفُرُوضُ الغُسْلِ اثْنانِ: نِيَّةُ رَفْعِ الحَدَثِ الأَكْبَرِ أو نَحْوُها، وتَعْمِيمُ جَمِيعِ البَدَنِ بَشَرًا وشَعَرًا.
wālladhiy yuwjibuhu khamsahu aashyāʾa: khuruwju almaniyyi wāljimāʿu wālḥayḍu wālnnifāsu wālwilādahu، wfuruwḍu alghusli athnāni: niyyahu rafʿi alḥadathi alaakbari aw naḥwuhā، wtaʿmiymu jamiyʿi albadani basharanā wshaʿaranā.
Hal yang mewajibkan mandi ada lima: keluarnya mani, jima, haid, nifas, dan melahirkan. Fardu mandi ada dua: niat mengangkat hadas besar atau yang semakna, dan meratakan air ke seluruh badan serta rambut.
Penjabaran & Pemahaman
Pembahasan mandi wajib menunjukkan bahwa bersuci dari hadas besar merupakan syarat penting sebelum ibadah tertentu.
Dalil & Artinya
وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا\n\nArtinya: Jika kamu dalam keadaan junub, maka bersucilah. (QS. Al-Mā'idah: 6)
Kesimpulan
Mandi wajib harus memenuhi niat dan meratakan air ke seluruh tubuh.
Keterangan
Dua fardu mandi adalah niat dan meratakan air ke seluruh tubuh.
5
Pembahasan 5
ومِنْ شُرُوطِ الصَّلاةِ الطَّهارَةُ عَنِ النَّجاسَةِ: في البَدَنِ، والثَّوْبِ، والمَكانِ، والمَحْمُولِ له.
wmin shuruwṭi alṣṣalāhi alṭṭahārahu ʿani alnnajāsahi: fy albadani، wālththawbi، wālmakāni، wālmaḥmuwli lh.
Di antara syarat shalat adalah bersih dari najis pada badan, pakaian, tempat, dan benda yang dibawa oleh orang yang shalat.
Penjabaran & Pemahaman
Kesucian dari najis berbeda dari kesucian dari hadas. Keduanya perlu diperhatikan sebelum shalat.
Dalil & Artinya
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ\n\nArtinya: Dan pakaianmu, maka bersihkanlah. (QS. Al-Muddatstsir: 4)
Kesimpulan
Najis yang tidak dimaafkan wajib dihilangkan sebelum shalat.
Keterangan
Shalat harus dilaksanakan dengan badan, pakaian, tempat, dan benda bawaan yang memenuhi ketentuan kesucian.
6
Pembahasan 6
ويَجِبُ إزالَةُ نَجِسٍ لم يُعْفَ عَنْهُ، بِإزالَةِ العَيْنِ، بِالماءِ المُطَهِّرِ، وفي النَّجاسَةِ الكَلْبِيَّةِ بِغَسْلِها سَبْعًا إحْداهُنَّ مَمْزُوجَةٌ بِالتُّرابِ.
wyajibu izālahu najisin lm yuʿfa ʿanhu، biizālahi alʿayni، biālmāʾi almuṭahhiri، wfy alnnajāsahi alkalbiyyahi bighaslihā sabʿanā iḥdāhunna mamzuwjahun biāltturābi.
Wajib menghilangkan najis yang tidak dimaafkan. Najis 'aini dihilangkan zat, rasa, warna, dan baunya dengan air yang menyucikan. Najis anjing memiliki tata cara pencucian khusus tujuh kali, salah satunya dengan tanah.
Penjabaran & Pemahaman
Jenis najis dan cara menyucikannya perlu dibedakan agar praktik bersuci sesuai ketentuan fikih.
Dalil & Artinya
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ\n\nArtinya: Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang menyucikan diri. (QS. Al-Baqarah: 222)
Kesimpulan
Membersihkan najis adalah bagian dari persiapan sahnya shalat.
Keterangan
Najis harus dihilangkan dengan cara yang sesuai jenis najisnya.
7
Pembahasan 7
وتَبْطُلُ الصَّلاةُ بِالكَلامِ ولو بِحَرْفَيْنِ غَيْرِ مُفْهِمَيْنِ أو بِحَرْفٍ مُفْهِمٍ، وبِالأَفْعالِ الكَثِيرَةِ المُتَوالِيَةِ، وبِالأَكْلِ والشُّرْبِ، وبِنِيَّةِ قَطْعِ الصَّلاةِ، وبِالتَّرَدُّدِ فيه.
wtabṭulu alṣṣalāhu biālkalāmi wlw biḥarfayni ghayri mufhimayni aw biḥarfin mufhimin، wbiālaafʿāli alkathiyrahi almutawāliyahi، wbiālaakli wālshshurbi، wbiniyyahi qaṭʿi alṣṣalāhi، wbiālttaraddudi fyh.
Shalat dapat batal karena berbicara dengan rincian yang disebutkan, melakukan gerakan banyak berturut-turut, makan dan minum, berniat memutus shalat, atau ragu untuk memutuskannya.
Penjabaran & Pemahaman
Bab pembatal shalat menuntut kehati-hatian agar seseorang menjaga keadaan shalat dari perkara yang merusaknya.
Dalil & Artinya
وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ\n\nArtinya: Berdirilah untuk Allah dengan penuh kekhusyukan. (QS. Al-Baqarah: 238)
Kesimpulan
Menjaga shalat berarti menjaga rukun, syarat, dan meninggalkan pembatalnya.
Keterangan
Shalat harus dijaga dari ucapan dan perbuatan yang membatalkannya.
8
Pembahasan 8
فَرْضُ كِفايَةٍ غَسْلُ المَيِّتِ، وتَكْفِينُهُ، والصَّلاةُ عليه، ودَفْنُهُ، إذا كانَ مُسْلِمًا وُلِدَ حَيًّا.
farḍu kifāyahin ghaslu almayyiti، wtakfiynuhu، wālṣṣalāhu ʿlyh، wdafnuhu، idhā kāna muslimanā wulida ḥayyanā.
Memandikan, mengafani, menshalatkan, dan menguburkan jenazah muslim yang lahir hidup merupakan fardu kifayah.
Penjabaran & Pemahaman
Fardu kifayah menunjukkan adanya tanggung jawab kolektif masyarakat Muslim terhadap jenazah.
Dalil & Artinya
صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ\n\nArtinya: Shalatkanlah sahabat kalian. (Makna yang dikenal dalam hadis-hadis jenazah)
Kesimpulan
Pengurusan jenazah merupakan kewajiban sosial yang harus dilaksanakan umat.
Keterangan
Jenazah muslim memiliki hak untuk diurus sesuai ketentuan syariat.