← Kembali ke Kitab
Cover Sullam At-Taufiq
KITAB

Sullam At-Taufiq

Karya Sayyid Abdullah bin Husain bin Thahir Ba'Alawi Al-Hadhrami Asy-Syafi'i
Sullam At-Taufiq ila Mahabbatillah 'ala At-Tahqiq adalah ringkasan yang membahas pokok agama, fikih, penyucian jiwa, maksiat, dan taubat. Data digital ini mempertahankan matan Arab sebagai teks utama dan memisahkan terjemah, penjabaran, dalil, serta kesimpulan sebagai lapisan pembelajaran.
BAGIAN 07
بَابُ الْحَجِّ
Bābul-Ḥajj
Bab Haji
Tampilan: Arab + Latin + Terjemah + Penjelasan
1
Pembahasan 1
يَجِبُ الحَجُّ والعُمْرَةُ في العُمْرِ مَرَّةً على المُسْلِمِ، الحُرِّ، المُكَلَّفِ، المُسْتَطِيعِ بِما يُوصِلُهُ ويَرُدُّهُ إلى وَطَنِهِ، فاضِلًا عن دَيْنِهِ، ومَسْكَنِهِ وكِسْوَتِهِ اللّائِقَيْنِ بِهِ، ومُؤْنَةِ مَنْ عليه مُؤْنَتُهُ.
yajibu alḥajju wālʿumrahu fy alʿumri marrahan ʿlā almuslimi، alḥurri، almukallafi، almustaṭiyʿi bimā yuwṣiluhu wyarudduhu ilā waṭanihi، fāḍilanā ʿn daynihi، wmaskanihi wkiswatihi alllāʾiqayni bihi، wmuʾnahi man ʿlyh muʾnatuhu.
Haji dan umrah wajib sekali seumur hidup bagi muslim yang merdeka, mukallaf, dan mampu dengan bekal perjalanan pergi-pulang, setelah memperhitungkan utang, tempat tinggal, pakaian yang layak, dan nafkah orang yang menjadi tanggungannya.
Penjabaran & Pemahaman
Syariat mengaitkan kewajiban haji dengan istitha'ah. Kemampuan tidak hanya bermakna sehat, tetapi juga mencakup kemampuan biaya dan kebutuhan tanggungan.
Dalil & Artinya
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا\n\nArtinya: Dan kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. (QS. Āli ʿImrān: 97)
Kesimpulan
Haji menjadi wajib ketika syarat kemampuan terpenuhi.
Keterangan
Kewajiban haji bergantung pada terpenuhinya syarat istitha'ah.
2
Pembahasan 2
وأرْكانُ الحَجِّ: الإحْرامُ، والوُقُوفُ بِعَرَفَةَ، والطَّوافُ بِالبَيْتِ، والسَّعْيُ بَيْنَ الصَّفا والمَرْوَةِ، والحَلْقُ أو التَّقْصِيرُ، وهي إلّا الوُقُوفَ أرْكانُ العُمْرَةِ.
warkānu alḥajji: aliḥrāmu، wālwuquwfu biʿarafaha، wālṭṭawāfu biālbayti، wālssaʿyu bayna alṣṣafā wālmarwahi، wālḥalqu aw alttaqṣiyru، why illā alwuquwfa arkānu alʿumrahi.
Rukun haji adalah ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sa'i antara Shafa dan Marwah, serta tahallul dengan mencukur atau memendekkan rambut. Semua selain wukuf juga merupakan rukun umrah.
Penjabaran & Pemahaman
Rukun berbeda dari wajib haji. Rukun merupakan bagian pokok yang menentukan keberadaan ibadah haji atau umrah.
Dalil & Artinya
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ\n\nArtinya: Haji itu dilaksanakan pada bulan-bulan yang telah diketahui. (QS. Al-Baqarah: 197)
Kesimpulan
Rukun harus diperhatikan karena meninggalkannya memengaruhi keabsahan ibadah.
Keterangan
Haji dan umrah harus dilaksanakan dengan memenuhi rukun-rukunnya.
3
Pembahasan 3
فَمَنْ فَعَلَ شَيْئًا مِنْ مُحَرَّماتِ الإحْرامِ فَعَلَيْهِ الإثْمُ، والكَفّارَةُ، ويَزِيدُ الجِماعُ بِالإفْسادِ، ووُجُوبِ القَضاءِ فَوْرًا، وإتْمامِ الفاسِدِ.
faman faʿala shayʾanā min muḥarramāti aliḥrāmi faʿalayhi alithmu، wālkaffārahu، wyaziydu aljimāʿu biālifsādi، wwujuwbi alqaḍāʾi fawranā، witmāmi alfāsidi.
Orang yang melakukan salah satu larangan ihram berdosa dan pada sebagian kasus wajib membayar fidyah. Jima memiliki konsekuensi tambahan berupa rusaknya ibadah, kewajiban qadha, dan menyelesaikan ibadah yang telah rusak sesuai ketentuan.
Penjabaran & Pemahaman
Larangan ihram bertujuan menjaga kesucian manasik dan kedisiplinan jamaah selama berada dalam keadaan ihram.
Dalil & Artinya
الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ لِلَّهِ\n\nArtinya: Sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah. (QS. Al-Baqarah: 196)
Kesimpulan
Larangan ihram memiliki konsekuensi hukum yang berbeda menurut jenis pelanggaran.
Keterangan
Jamaah harus mempelajari larangan ihram sebelum memasuki manasik.