← Kembali ke Kitab
Cover Sullam At-Taufiq
KITAB

Sullam At-Taufiq

Karya Sayyid Abdullah bin Husain bin Thahir Ba'Alawi Al-Hadhrami Asy-Syafi'i
Sullam At-Taufiq ila Mahabbatillah 'ala At-Tahqiq adalah ringkasan yang membahas pokok agama, fikih, penyucian jiwa, maksiat, dan taubat. Data digital ini mempertahankan matan Arab sebagai teks utama dan memisahkan terjemah, penjabaran, dalil, serta kesimpulan sebagai lapisan pembelajaran.
BAGIAN 10
بَابُ بَيَانِ الْمَعَاصِي
Bābu Bayānil-Maʿāṣī
Bab Penjelasan Berbagai Maksiat
Tampilan: Arab + Latin + Terjemah + Penjelasan
1
Pembahasan 1
مِنْ مَعاصِي القَلْبِ: الرِّياءُ بِأَعْمالِ البِرِّ، والعُجْبُ بِالطاعَةِ، والشَّكُّ في اللهِ، والأَمْنُ مِنْ مَكْرِ اللهِ، والقُنُوطُ مِنْ رَحْمَةِ اللهِ، والتَّكَبُّرُ، والحِقْدُ، والحَسَدُ، والمَنُّ بِالصَّدَقَةِ، والإصْرارُ على الذَّنْبِ، وسُوءُ الظَّنِّ بِاللهِ، والتَّكْذِيبُ بِالقَدَرِ.
min maʿāṣiy alqalbi: alrriyāʾu biaaʿmāli albirri، wālʿujbu biālṭāʿahi، wālshshakku fy allhi، wālaamnu min makri allhi، wālqunuwṭu min raḥmahi allhi، wālttakabburu، wālḥiqdu، wālḥasadu، wālmannu biālṣṣadaqahi، wāliṣrāru ʿlā aldhdhanbi، wsuwʾu alẓẓanni biāllhi، wālttakdhiybu biālqadari.
Di antara maksiat hati adalah riya, ujub, meragukan Allah, merasa aman dari hukuman Allah, berputus asa dari rahmat-Nya, sombong, dendam, hasad, menyebut-nyebut sedekah untuk menyakiti, terus-menerus dalam dosa, buruk sangka kepada Allah, dan mendustakan takdir.
Penjabaran & Pemahaman
Kitab mengajarkan bahwa dosa tidak hanya berupa tindakan fisik. Penyakit hati dapat merusak amal dan hubungan seorang hamba dengan Allah maupun manusia.
Dalil & Artinya
إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ\n\nArtinya: Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. (QS. An-Naḥl: 23)
Kesimpulan
Penyucian hati adalah bagian penting dari perjalanan menuju mahabbah Allah.
Keterangan
Seorang muslim harus mengenali penyakit hati dan berusaha membersihkannya.
2
Pembahasan 2
ومِنْ مَعاصِي البَطْنِ: أكْلُ الرِّبا، وأكْلُ المَكْسِ، والغَصْبِ، والسَّرِقَةِ، وشُرْبُ الخَمْرِ، وأكْلُ مالِ اليَتِيمِ، وأكْلُ المَأْخُوذِ بِوَجْهِ الحَياءِ.
wmin maʿāṣiy albaṭni: aklu alrribā، waklu almaksi، wālghaṣbi، wālssariqahi، wshurbu alkhamri، waklu māli alyatiymi، waklu almaakhuwdhi biwajhi alḥayāʾi.
Di antara maksiat perut adalah memakan riba, pungutan yang zalim, hasil perampasan, hasil pencurian, minuman keras, harta anak yatim, dan harta yang diambil dengan memanfaatkan rasa malu orang lain.
Penjabaran & Pemahaman
Perut menjadi tempat masuknya harta dan makanan. Karena itu syariat menekankan kehalalan sumber rezeki dan makanan.
Dalil & Artinya
كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ\n\nArtinya: Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu.
Kesimpulan
Kehalalan makanan dan harta sangat memengaruhi kebersihan kehidupan seorang muslim.
Keterangan
Jaga makanan dan harta dari sumber yang haram.
3
Pembahasan 3
ومِنْ مَعاصِي العَيْنِ: النَّظَرُ إلى النِّساءِ الأَجْنَبِيّاتِ بِشَهْوَةٍ، ونَظَرُ العَوْراتِ مِنَ الآخَرِينَ لِغَيْرِ حاجَةٍ شَرْعِيَّةٍ.
wmin maʿāṣiy alʿayni: alnnaẓaru ilā alnnisāʾi alaajnabiyyāti bishahwahin، wnaẓaru alʿawrāti mina alākhariyna lighayri ḥājahin sharʿiyyahin.
Di antara maksiat mata adalah memandang perempuan non-mahram dengan syahwat dan melihat aurat orang lain tanpa kebutuhan syar'i.
Penjabaran & Pemahaman
Mata merupakan pintu yang mudah membawa hati kepada maksiat. Karena itu syariat memerintahkan menjaga pandangan.
Dalil & Artinya
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ\n\nArtinya: Katakanlah kepada orang-orang beriman agar mereka menundukkan pandangan mereka. (QS. An-Nūr: 30)
Kesimpulan
Menjaga pandangan membantu menjaga kesucian hati.
Keterangan
Pandangan harus dijaga dari hal yang diharamkan.
4
Pembahasan 4
ومِنْ مَعاصِي اللِّسانِ: الكَذِبُ، والغِيبَةُ، والنَّمِيمَةُ، والسَّبُّ، والشَّتْمُ، وكُلُّ قَوْلٍ يَقْدَحُ في الدِّينِ أو في العُلَماءِ أو الشَّرْعِ أو القُرْآنِ أو شَعائِرِ اللهِ.
wmin maʿāṣiy alllisāni: alkadhibu، wālghiybahu، wālnnamiymahu، wālssabbu، wālshshatmu، wkullu qawlin yaqdaḥu fy alddiyni aw fy alʿulamāʾi aw alshsharʿi aw alqurāni aw shaʿāʾiri allhi.
Di antara maksiat lisan adalah dusta, ghibah, namimah, mencaci, menghina, dan ucapan yang merendahkan agama, ulama, syariat, Al-Qur'an, atau syiar Allah.
Penjabaran & Pemahaman
Lisan kecil bentuknya tetapi besar pengaruhnya. Satu ucapan dapat merusak kehormatan, persaudaraan, bahkan iman.
Dalil & Artinya
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ\n\nArtinya: Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat. (QS. Qāf: 18)
Kesimpulan
Menjaga lisan merupakan bagian penting dari takwa.
Keterangan
Gunakan lisan untuk kebenaran, kebaikan, dan meninggalkan ucapan yang diharamkan.
5
Pembahasan 5
ومِنْ مَعاصِي الأُذُنِ: الاسْتِماعُ إلى المِزمارِ والطُّنْبورِ وسائرِ الأَصْواتِ المُحَرَّمَةِ، وكَالاسْتِماعِ إلى الغِيبَةِ والنَّمِيمَةِ وسائرِ الأَقْوالِ المحَرَّمَةِ.
wmin maʿāṣiy alaudhuni: alāstimāʿu ilā almizmāri wālṭṭunbwri wsāʾri alaaṣwāti almuḥarramahi، wkaālāstimāʿi ilā alghiybahi wālnnamiymahi wsāʾri alaaqwāli almḥarramahi.
Di antara maksiat telinga adalah sengaja mendengarkan suara atau ucapan yang diharamkan, termasuk ghibah dan namimah.
Penjabaran & Pemahaman
Telinga juga memiliki tanggung jawab moral. Seseorang tidak hanya dilarang mengucapkan keburukan, tetapi juga harus berhati-hati dalam mendengarkannya.
Dalil & Artinya
وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ\n\nArtinya: Apabila mereka mendengar perkataan yang tidak berguna, mereka berpaling darinya. (QS. Al-Qaṣaṣ: 55)
Kesimpulan
Menjaga pendengaran membantu menjaga hati dari pengaruh buruk.
Keterangan
Hindari sengaja mendengarkan perkataan yang diharamkan.
6
Pembahasan 6
ومِنْ مَعاصِي اليَدِ: التَّطْفِيفُ في الكَيْلِ والوَزْنِ، والضَّرْبُ بِغَيْرِ حَقٍّ، وأَخْذُ الرَّشْوَةِ وإعْطاؤُها، ومَنْعُ الزَّكاةِ، ومَنْعُ الأَجِيرِ أُجْرَتَهُ، والخِيانَةُ.
wmin maʿāṣiy alyadi: alttaṭfiyfu fy alkayli wālwazni، wālḍḍarbu bighayri ḥaqqin، waakhdhu alrrashwahi wiʿṭāʾuhā، wmanʿu alzzakāhi، wmanʿu alaajiyri aujratahu، wālkhiyānahu.
Di antara maksiat tangan adalah mengurangi takaran dan timbangan, memukul tanpa hak, mengambil atau memberi suap, menahan zakat setelah wajib, menahan upah pekerja, dan berkhianat.
Penjabaran & Pemahaman
Tangan merupakan alat untuk bekerja dan mengambil hak. Karena itu penggunaannya harus berada dalam batas syariat.
Dalil & Artinya
وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ\n\nArtinya: Celakalah orang-orang yang curang dalam takaran. (QS. Al-Muṭaffifīn: 1)
Kesimpulan
Kejujuran dalam pekerjaan dan transaksi merupakan kewajiban.
Keterangan
Tangan harus digunakan untuk hak dan dijauhkan dari kezaliman.
7
Pembahasan 7
ومِنْ مَعاصِي الفَرْجِ: الزِّنا واللِّواطُ، وإتْيانُ البَهائِمِ، والوَطْءُ في الحَيْضِ أو النِّفاسِ، والتَّكَشُّفُ لِلْعَوْرَةِ عِنْدَ مَنْ يَحْرُمُ نَظَرُهُ إلَيْها.
wmin maʿāṣiy alfarji: alzzinā wāllliwāṭu، wityānu albahāʾimi، wālwaṭʾu fy alḥayḍi aw alnnifāsi، wālttakashshufu lilʿawrahi ʿinda man yaḥrumu naẓaruhu ilayhā.
Di antara maksiat kemaluan adalah zina, liwath, menyetubuhi hewan, hubungan seksual ketika haid atau nifas, dan membuka aurat di hadapan orang yang haram melihatnya.
Penjabaran & Pemahaman
Syariat menjaga kehormatan manusia melalui aturan seksual dan aurat yang jelas. Pelanggaran terhadapnya termasuk dosa besar.
Dalil & Artinya
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا\n\nArtinya: Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu perbuatan keji dan jalan yang buruk. (QS. Al-Isrā': 32)
Kesimpulan
Menjaga kehormatan diri dan aurat adalah bagian dari ketaatan.
Keterangan
Jauhi seluruh jalan menuju zina dan pelanggaran kehormatan.
8
Pembahasan 8
ومِنْ مَعاصِي الرِّجْلِ: المَشْيُ في مَعْصِيَةٍ، وإباقُ العَبْدِ، والتَّبَخْتُرُ في المَشْيِ، وتَخَطِّي الرِّقابِ إلّا لفُرْجَةٍ، وكُلُّ مَشْيٍ إلى مُحَرَّمٍ، أو تَخَلُّفٍ عن واجِبٍ.
wmin maʿāṣiy alrrijli: almashyu fy maʿṣiyahin، wibāqu alʿabdi، wālttabakhturu fy almashyi، wtakhaṭṭiy alrriqābi illā lfurjahin، wkullu mashyin ilā muḥarramin، aw takhallufin ʿn wājibin.
Di antara maksiat kaki adalah berjalan menuju maksiat, berjalan dengan kesombongan, melangkahi leher orang tanpa kebutuhan, berjalan menuju perkara haram, atau meninggalkan kewajiban.
Penjabaran & Pemahaman
Anggota badan memiliki tanggung jawab masing-masing. Kaki tidak boleh digunakan untuk menuju kemaksiatan atau meninggalkan kewajiban.
Dalil & Artinya
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا\n\nArtinya: Jangan berjalan di bumi dengan sombong. (QS. Al-Isrā': 37)
Kesimpulan
Perjalanan seorang muslim hendaknya diarahkan menuju ketaatan.
Keterangan
Gunakan langkah untuk kebaikan dan jauhi tempat serta jalan menuju maksiat.
9
Pembahasan 9
ومِنْ مَعاصِي البَدَنِ: عُقُوقُ الوالِدَيْنِ، وقَطِيعَةُ الرَّحِمِ، وإيذاءُ الجارِ، والتَّشَبُّهُ بِالجِنْسِ الآخَرِ، والوَشْمُ، وهَجْرُ المُسْلِمِ فَوْقَ ثَلاثٍ لِغَيْرِ عُذْرٍ، ومُجالَسَةُ المُبْتَدِعِ والفاسِقِ لِلإيناسِ.
wmin maʿāṣiy albadani: ʿuquwqu alwālidayni، wqaṭiyʿahu alrraḥimi، wiydhāʾu aljāri، wālttashabbuhu biāljinsi alākhari، wālwashmu، whajru almuslimi fawqa thalāthin lighayri ʿudhrin، wmujālasahu almubtadiʿi wālfāsiqi liliynāsi.
Di antara maksiat badan adalah durhaka kepada orang tua, memutus silaturahmi, menyakiti tetangga, menyerupai lawan jenis dalam perkara yang dilarang, tato, memutus hubungan dengan muslim lebih dari tiga hari tanpa alasan syar'i, dan duduk bersama ahli bid'ah atau fasik untuk menghibur atau mendukung kesalahannya.
Penjabaran & Pemahaman
Pembahasan ini menunjukkan bahwa kesalehan bukan hanya ibadah pribadi. Hubungan dengan orang tua, keluarga, tetangga, dan masyarakat juga termasuk tanggung jawab agama.
Dalil & Artinya
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا\n\nArtinya: Sembahlah Allah dan jangan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua. (QS. An-Nisā': 36)
Kesimpulan
Akhlak sosial merupakan bagian dari agama.
Keterangan
Jaga hak orang tua, keluarga, tetangga, dan sesama muslim.