← Kembali ke Kitab
Cover Safinatun Najah
KITAB

Safinatun Najah

Karya Syekh Salim bin Abdullah bin Saad bin Sumair Al-Hadhrami
Matan dasar dalam mazhab Syafi‘i yang memuat pokok akidah dan fikih ibadah: thaharah, shalat, jenazah, zakat, dan puasa. Versi digital ini memisahkan lafaz matan dari terjemah, penjabaran, dalil pendukung, kesimpulan, dan catatan pembelajaran.
BAGIAN 02
بَابُ الْعَقِيدَةِ
Bābul-‘Aqīdah
Bab Akidah
Tampilan: Arab + Latin + Terjemah + Penjelasan
1
أَرْكَانُ الْإِسْلَامِ Arkānul-Islām
أَرْكَانُ الإِسْلَامِ خَمْسَةٌ: شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامُ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ، وَصَوْمُ رَمَضَانَ، وَحَجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا.
Arkānul-Islāmi khamsah
Rukun Islam ada lima: bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah; mendirikan shalat; menunaikan zakat; berpuasa Ramadhan; dan melaksanakan haji ke Baitullah bagi orang yang mampu menempuh jalan untuk sampai kepadanya.
Penjabaran & Pemahaman
Lima rukun ini merupakan fondasi amal lahiriah seorang muslim. Syahadat menjadi dasar, sedangkan shalat, zakat, puasa, dan haji merupakan ibadah pokok dengan ketentuan masing-masing.
Lawan Sifat
Meninggalkan atau meremehkan kewajiban yang menjadi bagian dari rukun Islam.
Dalil & Artinya
DALIL HADIS
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالْحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ».
Artinya: “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Penjelasan: hadis ini menyebut lima fondasi Islam yang sama dengan rukun yang diringkas oleh matan.
Kesimpulan
Seorang muslim perlu memahami lima rukun Islam dan berusaha menunaikannya sesuai kemampuan dan ketentuan syariat.
2
أَرْكَانُ الْإِيمَانِ Arkānul-Īmān
أَرْكَانُ الإِيمَانِ سِتَّةٌ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَبِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ مِنَ اللهِ تَعَالَى.
Arkānul-Īmāni sittah
Rukun iman ada enam: beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada qadar, baik dan buruknya, dari Allah Ta‘ala.
Penjabaran & Pemahaman
Iman mencakup keyakinan terhadap pokok-pokok yang disebutkan dalam matan. Pemahaman ini menjadi dasar bagi amal dan sikap seorang mukmin.
Lawan Sifat
Mengingkari salah satu pokok iman.
Dalil & Artinya
DALIL HADIS JIBRIL
فَقَالَ: «أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ».
Artinya: “Engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir, baik dan buruknya.” (HR. Muslim).
Penjelasan: bagian hadis Jibril ini memuat enam pokok iman yang disebutkan dalam matan Safinatun Najah.
Kesimpulan
Iman bukan hanya pengakuan lisan, tetapi keyakinan yang menjadi dasar kehidupan seorang muslim.
3
مَعْنَى لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ Ma‘nā Lā Ilāha Illallāh
وَمَعْنَى لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ: لَا مَعْبُودَ بِحَقٍّ فِي الْوُجُودِ إِلَّا اللهُ.
Wa ma‘nā lā ilāha illallāh: lā ma‘būda bihaqqin fil-wujūdi illallāh.
Makna Laa ilaaha illallaah adalah: tidak ada yang berhak disembah dengan benar selain Allah.
Penjabaran & Pemahaman
Kalimat tauhid menetapkan ibadah hanya untuk Allah. Kata 'lā ilāha' menafikan seluruh sesembahan yang tidak berhak, sedangkan 'illallāh' menetapkan bahwa hanya Allah yang berhak disembah.
Lawan Sifat
Mempersekutukan Allah dalam ibadah atau memberikan ibadah kepada selain-Nya.
Dalil & Artinya
DALIL AL-QURAN
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْArtinya: “Maka ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah, dan mohonlah ampun atas dosamu serta dosa orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Allah mengetahui tempat bergerak dan tempat tinggal kalian.” (QS. Muhammad: 19).
Penjelasan: ayat ini memerintahkan mengetahui tauhid dan menjadi dasar pengakuan bahwa ibadah yang benar hanya ditujukan kepada Allah.
Kesimpulan
Tauhid menjadi inti akidah dan dasar diterimanya amal ibadah.