← Kembali ke Kitab
Cover Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Najah
KITAB

Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Najah

Karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi Al-Bantani
Syarah atas Safinatun Najah dalam aqidah dan fikih mazhab Syafi’i. Pembahasan meliputi dasar-dasar Islam dan iman, thaharah, shalat, zakat, puasa dan pembahasan fikih yang mengikuti susunan matan Safinatun Najah.
BAGIAN 05
الطَّهَارَةُ
Aṭ-Ṭahārah
Bersuci
Tampilan: Arab + Latin + Terjemah + Penjelasan
1
Istinja
وَالِاسْتِنْجَاءُ وَاجِبٌ مِنْ كُلِّ خَارِجٍ مُلَوِّثٍ إِلَّا الرِّيحَ.
Wal-istinjāʼu wājibun min kulli khārijin mulawwitsin illar-rīḥah.
Istinja wajib dilakukan karena setiap sesuatu yang keluar dan mengotori, kecuali angin.
Penjabaran & Pemahaman
Istinja adalah membersihkan tempat keluarnya najis setelah buang air. Angin tidak menimbulkan najis sehingga tidak diperlukan istinja karenanya.
Dalil & Artinya
Allah menyukai orang-orang yang bersuci (Al-Baqarah: 222).
Kesimpulan
Membersihkan najis dari tempat keluarnya merupakan bagian penting dari thaharah.
Keterangan
Pembahasan awal thaharah.
2
Syarat Batu Istinja
وَيَكْفِي فِي الِاسْتِنْجَاءِ ثَلَاثَةُ أَحْجَارٍ تُنْقِي الْمَحَلَّ.
Wa yakfī fil-istinjāʼi thalāthatu aḥjārin tunqīl-maḥall.
Untuk istinja dapat digunakan tiga batu yang membersihkan tempat najis.
Penjabaran & Pemahaman
Yang menjadi tujuan adalah menghilangkan najis dari tempatnya dengan benda yang memenuhi syarat bersuci menggunakan benda padat.
Dalil & Artinya
Ketentuan istinja dijelaskan dalam bab thaharah fikih Syafi’i.
Kesimpulan
Istinja dengan benda padat harus menghasilkan kebersihan tempat najis dan memenuhi ketentuan syariat.
Keterangan
Batu atau benda yang memenuhi ketentuan dapat digunakan dalam istinja.