← Kembali ke Kitab
Cover Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Najah
KITAB

Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Najah

Karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi Al-Bantani
Syarah atas Safinatun Najah dalam aqidah dan fikih mazhab Syafi’i. Pembahasan meliputi dasar-dasar Islam dan iman, thaharah, shalat, zakat, puasa dan pembahasan fikih yang mengikuti susunan matan Safinatun Najah.
BAGIAN 06
الْوُضُوءُ
Al-Wuḍūʼ
Wudhu
Tampilan: Arab + Latin + Terjemah + Penjelasan
1
Fardhu Wudhu
فُرُوضُ الْوُضُوءِ سِتَّةٌ: النِّيَّةُ، وَغَسْلُ الْوَجْهِ، وَغَسْلُ الْيَدَيْنِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ، وَمَسْحُ بَعْضِ الرَّأْسِ، وَغَسْلُ الرِّجْلَيْنِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ، وَالتَّرْتِيبُ.
Furūḍul-wuḍūʼi sittatun: an-niyyah, wa ghaslul-wajh, wa ghaslul-yadaini ilal-mirfaqaini, wa masḥu ba‘ḍir-raʼs, wa ghaslur-rijlaini ilal-ka‘baini, wat-tartīb.
Fardhu wudhu ada enam: niat, membasuh wajah, membasuh kedua tangan sampai siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kedua kaki sampai mata kaki, dan tertib.
Penjabaran & Pemahaman
Setiap rukun harus dilakukan sesuai batas yang ditentukan syariat. Tertib berarti mengerjakan rukun-rukun sesuai urutan.
Dalil & Artinya
Allah berfirman dalam Al-Ma’idah: 6 tentang membasuh wajah, tangan, mengusap kepala, dan membasuh kaki.
Kesimpulan
Wudhu sah apabila seluruh fardhunya terpenuhi sesuai ketentuan.
Keterangan
Enam fardhu wudhu menurut susunan matan yang disyarah.
2
Niat Wudhu
النِّيَّةُ مَحَلُّهَا الْقَلْبُ، وَحَقِيقَتُهَا قَصْدُ الشَّيْءِ مُقْتَرِنًا بِفِعْلِهِ.
An-niyyatu maḥalluhal-qalb, wa ḥaqīqatuhā qaṣduš-syaiʼi muqtarinan bifi‘lih.
Niat tempatnya di hati dan hakikatnya adalah bermaksud melakukan suatu perbuatan bersamaan dengan pelaksanaannya.
Penjabaran & Pemahaman
Niat membedakan ibadah dari kebiasaan dan menentukan maksud ibadah yang dilakukan. Dalam wudhu, niat berkaitan dengan perbuatan pertama yang termasuk fardhu wudhu.
Dalil & Artinya
«إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ»— Sesungguhnya amal-amal itu bergantung pada niat (HR. Bukhari dan Muslim).
Kesimpulan
Niat adalah bagian penting dari sahnya ibadah wudhu.
Keterangan
Pembahasan niat.
3
Membasuh Wajah
وَحَدُّ الْوَجْهِ طُولًا مِنْ مَبْدَإِ مَنَابِتِ شَعْرِ الرَّأْسِ إِلَى مُنْتَهَى الذَّقَنِ، وَعَرْضًا مَا بَيْنَ الْأُذُنَيْنِ.
Wa ḥaddul-wajhi ṭūlan min mabdaʼi manābiti sya‘rir-raʼsi ilā muntahadh-dhaqan, wa ‘arḍan mā bainal-udzunain.
Batas wajah secara memanjang adalah dari tempat tumbuh rambut kepala sampai ujung dagu, dan secara melebar antara kedua telinga.
Penjabaran & Pemahaman
Mengetahui batas wajah penting agar seluruh bagian yang wajib dibasuh terkena air.
Dalil & Artinya
Dasar kewajiban membasuh wajah terdapat dalam Al-Ma’idah: 6.
Kesimpulan
Seluruh batas wajah yang ditentukan wajib terkena air ketika wudhu.
Keterangan
Batas anggota wajah.