نٓ ۚ وَٱلْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ
Nūn, wal-qalami wa mā yasṭurūn(a).
Nūn. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
مَآ أَنتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍۢ
Mā anta bini‘mati rabbika bimajnūn(in).
dengan karunia Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah orang gila
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَإِنَّ لَكَ لَأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍۢ
Wa inna laka la'ajran gaira mamnūn(in).
Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍۢ
Wa innaka la‘alā khuluqin ‘aẓīm(in).
Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ
Fasatubṣiru wa yubṣirūn(a).
Maka kelak engkau akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
بِأَييِّكُمُ ٱلْمَفْتُونُ
Bi'ayyikumul-maftūn(u).
siapa diantara kamu yang gila
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
Inna rabbaka huwa a‘lamu biman ḍalla ‘an sabīlih(ī), wa huwa a‘lamu bil-muhtadīn(a).
Sungguh, Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَلَا تُطِعِ ٱلْمُكَذِّبِينَ
Falā tuṭi‘il-mukażżibīn(a).
Maka janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَدُّوا۟ لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ
Waddū lau tudhinu fayudhinūn(a).
Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak maka mereka bersikap lunak (pula)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍۢ مَّهِينٍ
Wa lā tuṭi‘ kulla ḥallāfim mahīn(in).
Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
هَمَّازٍۢ مَّشَّآءٍۭ بِنَمِيمٍۢ
Hammāzim masysyā'im binamīm(in).
suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
مَّنَّاعٍۢ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ
Mannā‘il lil-khairi mu‘tadin aṡīm(in).
yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
عُتُلٍّۭ بَعْدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ
‘Utullim ba‘da żālika zanīm(in).
yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
أَن كَانَ ذَا مَالٍۢ وَبَنِينَ
An kāna żā māliw wa banīn(a).
karena dia kaya dan banyak anak
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَـٰتُنَا قَالَ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ
Iżā tutlā ‘alaihi āyātunā qāla asāṭīrul-awwalīn(a).
Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, "(Ini adalah) dongeng-dongeng orang dahulu
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
سَنَسِمُهُۥ عَلَى ٱلْخُرْطُومِ
Sanasimuhū ‘alal-khurṭūm(i).
Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai(nya)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
إِنَّا بَلَوْنَـٰهُمْ كَمَا بَلَوْنَآ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا۟ لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ
Innā balaunāhum kamā balaunā aṣḥābal-jannah(ti), iż aqsamū layaṣrimunnahā muṣbiḥīn(a).
Sungguh, Kami telah menguji mereka (orang musyrik Mekkah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah pasti akan memetik (hasil)nya pada pagi hari
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَلَا يَسْتَثْنُونَ
Wa lā yastaṡnūn(a).
tetapi mereka tidak mengecualikan (dengan mengucapkan, "Insya Allah)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَطَافَ عَلَيْهَا طَآئِفٌۭ مِّن رَّبِّكَ وَهُمْ نَآئِمُونَ
Fa ṭāfa ‘alaihā ṭā'ifum mir rabbika wa hum nā'imūn(a).
Lalu kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَأَصْبَحَتْ كَٱلصَّرِيمِ
Fa aṣbaḥat kaṣ-ṣarīm(i).
Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَتَنَادَوْا۟ مُصْبِحِينَ
Fa tanādau muṣbiḥīn(a).
lalu pada pagi hari mereka saling memanggil
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
أَنِ ٱغْدُوا۟ عَلَىٰ حَرْثِكُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰرِمِينَ
Anigdū ‘alā ḥarṡikum in kuntum ṣārimīn(a).
Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَٱنطَلَقُوا۟ وَهُمْ يَتَخَـٰفَتُونَ
Fanṭalaqū wa hum yatakhāfatūn(a).
Maka mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
أَن لَّا يَدْخُلَنَّهَا ٱلْيَوْمَ عَلَيْكُم مِّسْكِينٌۭ
Allā yadkhulannahal-yauma ‘alaikum miskīn(un).
Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَغَدَوْا۟ عَلَىٰ حَرْدٍۢ قَـٰدِرِينَ
Wa gadau ‘alā ḥardin qādirīn(a).
Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوٓا۟ إِنَّا لَضَآلُّونَ
Falammā ra'auhā qālū innā laḍāllūn(a).
Maka ketika mereka melihat kebun itu, mereka berkata, "Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ
Bal naḥnu maḥrūmūn(a).
bahkan kita tak memperoleh apa pun
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ
Qāla ausaṭuhum alam aqul lakum lau lā tusabbiḥūn(a).
Berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka, "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
قَالُوا۟ سُبْحَـٰنَ رَبِّنَآ إِنَّا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ
Qālū subḥāna rabbinā innā kunnā ẓālimīn(a).
Mereka mengucapkan, "Mahasuci Tuhan kami, sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ يَتَلَـٰوَمُونَ
Fa'aqbala ba‘ḍuhum ‘alā ba‘ḍiy yatalāwamūn(a).
Lalu mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
قَالُوا۟ يَـٰوَيْلَنَآ إِنَّا كُنَّا طَـٰغِينَ
Qālū yā wailanā innā kunnā ṭāgīn(a).
Mereka berkata, "Celaka kita! Sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
عَسَىٰ رَبُّنَآ أَن يُبْدِلَنَا خَيْرًۭا مِّنْهَآ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا رَٰغِبُونَ
‘Asā rabbunā ay yubdilanā khairam minhā innā ilā rabbinā rāgibūn(a).
Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada yang ini, sungguh, kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
كَذَٰلِكَ ٱلْعَذَابُ ۖ وَلَعَذَابُ ٱلْـَٔاخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ
Każālikal-‘ażāb(u), wa la‘ażābul-ākhirati akbar(u), lau kānū ya‘lamūn(a).
Seperti itulah azab (di dunia). Dan sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ
Inna lil-muttaqīna ‘inda rabbihim jannātin-na‘īm(i).
Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
أَفَنَجْعَلُ ٱلْمُسْلِمِينَ كَٱلْمُجْرِمِينَ
Afanaj‘alul-muslimīna kal-mujrimīn(a).
Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang yang berdosa (orang kafir)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ
Mā lakum, kaifa taḥkumūn(a).
Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimana kamu mengambil keputusan
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
أَمْ لَكُمْ كِتَـٰبٌۭ فِيهِ تَدْرُسُونَ
Am lakum kitābun fīhi tadrusūn(a).
Atau apakah kamu mempunyai kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu pelajari
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
إِنَّ لَكُمْ فِيهِ لَمَا تَخَيَّرُونَ
Inna lakum fīhi lamā takhayyarūn(a).
sesungguhnya kamu dapat memilih apa saja yang ada di dalamnya
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
أَمْ لَكُمْ أَيْمَـٰنٌ عَلَيْنَا بَـٰلِغَةٌ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۙ إِنَّ لَكُمْ لَمَا تَحْكُمُونَ
Am lakum aimānun ‘alainā bāligatun ilā yaumil-qiyāmah(ti), inna lakum lamā taḥkumūn(a).
Atau apakah kamu memperoleh (janji-janji yang diperkuat dengan) sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat; bahwa kamu dapat mengambil keputusan (sekehendakmu)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
سَلْهُمْ أَيُّهُم بِذَٰلِكَ زَعِيمٌ
Salhum ayyuhum biżālika za‘īm(un).
Tanyakanlah kepada mereka, "Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap (keputusan yang diambil itu)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
أَمْ لَهُمْ شُرَكَآءُ فَلْيَأْتُوا۟ بِشُرَكَآئِهِمْ إِن كَانُوا۟ صَـٰدِقِينَ
Am lahum syurakā'(u), falya'tū bisyurakā'ihim in kānū ṣādiqīn(a).
Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Kalau begitu hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang yang benar
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
يَوْمَ يُكْشَفُ عَن سَاقٍۢ وَيُدْعَوْنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ
Yauma yuksyafu ‘an sāqiw wa yud‘auna ilas-sujūdi falā yastaṭī‘ūn(a).
(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan851) dan mereka diseru untuk bersujud; maka mereka tidak mampu
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
خَـٰشِعَةً أَبْصَـٰرُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌۭ ۖ وَقَدْ كَانُوا۟ يُدْعَوْنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ وَهُمْ سَـٰلِمُونَ
Khāsyi‘atan abṣāruhum tarhaquhum żillah(tun), wa qad kānū yud‘auna ilas-sujūdi wa hum sālimun(a).
pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَذَرْنِى وَمَن يُكَذِّبُ بِهَـٰذَا ٱلْحَدِيثِ ۖ سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ
Fażarnī wa may yukażżibu bihāżal-ḥadīṡi sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya‘lamūn(a).
Maka serahkanlah kepada-Ku (urusannya) dan orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Alquran). Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka ketahui
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَأُمْلِى لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِى مَتِينٌ
Wa umlī lahum, inna kaidī matīn(un).
dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
أَمْ تَسْـَٔلُهُمْ أَجْرًۭا فَهُم مِّن مَّغْرَمٍۢ مُّثْقَلُونَ
Am tas'aluhum ajran fahum mim magramim muṡqalūn(a).
Ataukah engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka, sehingga mereka dibebani dengan hutang
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
أَمْ عِندَهُمُ ٱلْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ
Am ‘indahumul-gaibu fahum yaktubūn(a).
Ataukah mereka mengetahui yang gaib, lalu mereka menuliskannya
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَٱصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُن كَصَاحِبِ ٱلْحُوتِ إِذْ نَادَىٰ وَهُوَ مَكْظُومٌۭ
Faṣbir liḥukmi rabbika wa lā takun kaṣāḥibil-ḥūt(i), iż nādā wa huwa makẓūm(un).
Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau seperti (Yunus) orang yang berada dalam (perut) ikan ketika dia berdoa dengan hati sedih
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
لَّوْلَآ أَن تَدَٰرَكَهُۥ نِعْمَةٌۭ مِّن رَّبِّهِۦ لَنُبِذَ بِٱلْعَرَآءِ وَهُوَ مَذْمُومٌۭ
Lau lā an tadārakahū ni‘matum mir rabbihī lanubiża bil-‘arā'i wa huwa mażmūm(un).
Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَٱجْتَبَـٰهُ رَبُّهُۥ فَجَعَلَهُۥ مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ
Fajtabāhu rabbuhū faja‘alahū minaṣ-ṣāliḥīn(a).
Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang saleh
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَـٰرِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا۟ ٱلذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجْنُونٌۭ
Wa iy yakādul-lażīna kafarū layuzliqūnaka bi'abṣārihim lammā sami‘uż żikra wa yaqūlūna innahū lamajnūn(un).
Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Alquran dan mereka berkata, "Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌۭ لِّلْعَـٰلَمِينَ
Wa mā huwa illā żikrul lil-‘ālamīn(a).
Padahal Alquran itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan