عَمَّ يَتَسَآءَلُونَ
‘Amma yatasā'alūn(a).
Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
عَنِ ٱلنَّبَإِ ٱلْعَظِيمِ
‘Anin naba'il-‘aẓīm(i).
Tentang berita yang besar (hari berbangkit)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
ٱلَّذِى هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ
Allażī hum fīhi mukhtalifūn(a).
yang dalam hal itu mereka berselisih
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
كَلَّا سَيَعْلَمُونَ
Kallā saya‘lamūn(a).
(Tidak!892) Kelak mereka akan mengetahui
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ
Ṡumma kallā saya‘lamūn(a).
sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
أَلَمْ نَجْعَلِ ٱلْأَرْضَ مِهَـٰدًۭا
Alam naj‘alil-arḍa mihādā(n).
Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَٱلْجِبَالَ أَوْتَادًۭا
Wal-jibāla autādā(n).
dan gunung-gunung sebagai pasak
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَخَلَقْنَـٰكُمْ أَزْوَٰجًۭا
Wa khalaqnākum azwājā(n).
Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًۭا
Wa ja‘alnā naumakum subātā(n).
dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَجَعَلْنَا ٱلَّيْلَ لِبَاسًۭا
Wa ja‘alnal-laila libāsā(n).
dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَجَعَلْنَا ٱلنَّهَارَ مَعَاشًۭا
Wa ja‘alnan-nahāra ma‘āsyā(n).
dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًۭا شِدَادًۭا
Wa banainā fauqakum sab‘an syidādā(n).
dan Kami membangun di atas kamu tujuh (lapis langit) yang kokoh
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَجَعَلْنَا سِرَاجًۭا وَهَّاجًۭا
Wa ja‘alnā sirājaw wahhājā(n).
dan Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلْمُعْصِرَٰتِ مَآءًۭ ثَجَّاجًۭا
Wa anzalnā minal-mu‘ṣirāti mā'an ṡajjājā(n).
dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan lebatnya
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
لِّنُخْرِجَ بِهِۦ حَبًّۭا وَنَبَاتًۭا
Linukhrija bihī ḥabbaw wa nabātā(n).
untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَجَنَّـٰتٍ أَلْفَافًا
Wa jannātin alfāfā(n).
dan kebun-kebun yang rindang
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
إِنَّ يَوْمَ ٱلْفَصْلِ كَانَ مِيقَـٰتًۭا
Inna yaumal-faṣli kāna mīqātā(n).
Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
يَوْمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًۭا
Yauma yunfakhu fiṣ-ṣūri fa ta'tūna afwājā(n).
(yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَفُتِحَتِ ٱلسَّمَآءُ فَكَانَتْ أَبْوَٰبًۭا
Wa futiḥatis-samā'u fa kānat abwābā(n).
dan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَسُيِّرَتِ ٱلْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا
Wa suyyiratil-jibālu fa kānat sarābā(n).
dan gunung-gunungpun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًۭا
Inna jahannama kānat mirṣādā(n).
Sungguh, (neraka) Jahanam itu (sebagai) tempat mengintai (bagi penjaga yang mengawasi isi neraka)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
لِّلطَّـٰغِينَ مَـَٔابًۭا
Liṭ-ṭāgīna ma'ābā(n).
menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
لَّـٰبِثِينَ فِيهَآ أَحْقَابًۭا
Lābiṡīna fīhā aḥqābā(n).
Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًۭا وَلَا شَرَابًا
Lā yażūqūna fīhā bardaw wa lā syarābā(n).
mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
إِلَّا حَمِيمًۭا وَغَسَّاقًۭا
Illā ḥamīmaw wa gassāqā(n).
selain air yang mendidih dan nanah
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
جَزَآءًۭ وِفَاقًا
Jazā'aw wifāqā(n).
sebagai pembalasan yang setimpal
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
إِنَّهُمْ كَانُوا۟ لَا يَرْجُونَ حِسَابًۭا
Innahum kānū lā yarjūna ḥisābā(n).
Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا كِذَّابًۭا
Wa każżabū bi'āyātinā kiżżābā(n).
dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَـٰهُ كِتَـٰبًۭا
Wa kulla syai'in aḥṣaināhu kitābā(n).
Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab (buku catatan amalan manusia)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَذُوقُوا۟ فَلَن نَّزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا
Fa żūqū falan nazīdakum illā ‘ażābā(n)
Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا
Inna lil-muttaqīna mafāzā(n).
Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
حَدَآئِقَ وَأَعْنَـٰبًۭا
Ḥadā'iqa wa a‘nābā(n).
(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًۭا
Wa kawā‘iba atrābā(n).
dan gadis-gadis belia yang sebaya
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَكَأْسًۭا دِهَاقًۭا
Wa ka'san dihāqā(n).
dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
لَّا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًۭا وَلَا كِذَّٰبًۭا
Lā yasma‘ūna fīhā lagwaw wa lā kiżżābā(n).
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan dusta)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
جَزَآءًۭ مِّن رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابًۭا
Jazā'am mir rabbika ‘aṭā'an ḥisābā(n).
Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
رَّبِّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ٱلرَّحْمَـٰنِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًۭا
Rabbis-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumar-raḥmāni lā yamlikūna minhu khiṭābā(n).
Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, mereka tidak mampu berbicara dengan Dia
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
يَوْمَ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ صَفًّۭا ۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَقَالَ صَوَابًۭا
Yauma yaqūmur-rūḥu wal-malā'ikatu ṣaffā(n), lā yatakallamūna illā man ażina lahur-raḥmānu wa qāla ṣawābā(n).
(Pada hari, ketika rūḥ894) dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
ذَٰلِكَ ٱلْيَوْمُ ٱلْحَقُّ ۖ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ مَـَٔابًا
Żālikal-yaumul-ḥaqq(u), faman syā'attakhaża ilā rabbihī ma'ābā(n).
Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
إِنَّآ أَنذَرْنَـٰكُمْ عَذَابًۭا قَرِيبًۭا يَوْمَ يَنظُرُ ٱلْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ ٱلْكَافِرُ يَـٰلَيْتَنِى كُنتُ تُرَٰبًۢا
Innā anżarnākum ‘ażāban qarībā(n), yauma yanẓurul-mar'u mā qaddamat yadāhu wa yaqūlul-kāfiru yā laitanī kuntu turābā(n).
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, "Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan