وَٱلنَّـٰزِعَـٰتِ غَرْقًۭا
Wan-nāzi‘āti garqā(n).
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَٱلنَّـٰشِطَـٰتِ نَشْطًۭا
Wan-nāsyiṭāti nasyṭā(n).
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَٱلسَّـٰبِحَـٰتِ سَبْحًۭا
Was-sābiḥāti sabḥā(n).
Demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَٱلسَّـٰبِقَـٰتِ سَبْقًۭا
Fas-sābiqāti sabqā(n).
dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَٱلْمُدَبِّرَٰتِ أَمْرًۭا
Fal-mudabbirāti amrā(n).
dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
يَوْمَ تَرْجُفُ ٱلرَّاجِفَةُ
Yauma tarjufur-rājifah(tu).
(Sungguh, kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
تَتْبَعُهَا ٱلرَّادِفَةُ
Tatba‘uhar-rādifah(tu).
(tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
قُلُوبٌۭ يَوْمَئِذٍۢ وَاجِفَةٌ
Qulūbuy yauma'iżiw wājifah(tun).
Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
أَبْصَـٰرُهَا خَـٰشِعَةٌۭ
Abṣāruhā khāsyi‘ah(tun).
pandangannya tunduk
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
يَقُولُونَ أَءِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِى ٱلْحَافِرَةِ
Yaqūlūna a'innā lamardūdūna fil-ḥāfirah(ti).
(orang-orang kafir) berkata, "Apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
أَءِذَا كُنَّا عِظَـٰمًۭا نَّخِرَةًۭ
A'iżā kunnā ‘iẓāman nakhirah(tan).
Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
قَالُوا۟ تِلْكَ إِذًۭا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌۭ
Qālū tilka iżan karratun khāsirah(tun).
Mereka berkata, "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَإِنَّمَا هِىَ زَجْرَةٌۭ وَٰحِدَةٌۭ
Fa innamā hiya zajratuw wāḥidah(tun).
Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَإِذَا هُم بِٱلسَّاهِرَةِ
Fa iżā hum bis-sāhirah(ti).
Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
هَلْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ مُوسَىٰٓ
Hal atāka ḥadīṡu mūsā.
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
إِذْ نَادَىٰهُ رَبُّهُۥ بِٱلْوَادِ ٱلْمُقَدَّسِ طُوًى
Iż nādāhu rabbuhū bil-wādil-muqaddasi ṭuwā(n).
Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah Tuwa
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
ٱذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ
Iżhab ilā fir‘auna innahū ṭagā.
pergilah engkau kepada Fir'aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَقُلْ هَل لَّكَ إِلَىٰٓ أَن تَزَكَّىٰ
Fa qul hal laka ilā an tazakkā.
Maka katakanlah (kepada Fir'aun), "Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَأَهْدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخْشَىٰ
Wa ahdiyaka ilā rabbika fa takhsyā.
dan engkau akan kubimbing ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَأَرَىٰهُ ٱلْـَٔايَةَ ٱلْكُبْرَىٰ
Fa arāhul-āyatal-kubrā.
Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ
Fa każżaba wa ‘aṣā.
Tetapi dia (Fir'aun) mendustakan dan mendurhakai
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَىٰ
Ṡumma adbara yas‘ā.
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَحَشَرَ فَنَادَىٰ
Fa ḥasyara fanādā.
Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَقَالَ أَنَا۠ رَبُّكُمُ ٱلْأَعْلَىٰ
Fa qāla ana rabbukumul-a‘lā.
(Seraya) berkata, "Akulah tuhanmu yang paling tinggi
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَأَخَذَهُ ٱللَّهُ نَكَالَ ٱلْـَٔاخِرَةِ وَٱلْأُولَىٰٓ
Fa akhażahullāhu nakālal-ākhirati wal-ūlā.
Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَعِبْرَةًۭ لِّمَن يَخْشَىٰٓ
Inna fī żālika la‘ibratal limay yakhsyā.
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
ءَأَنتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ ٱلسَّمَآءُ ۚ بَنَىٰهَا
A'antum asyaddu khalqan amis-samā'u banāhā.
Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّىٰهَا
Rafa‘a samkahā fa sawwāhā.
Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَىٰهَا
Wa agṭasya lailahā wa akhraja ḍuḥāhā.
dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَٱلْأَرْضَ بَعْدَ ذَٰلِكَ دَحَىٰهَآ
Wal-arḍa ba‘da żālika daḥāhā.
Dan setelah itu bumi Dia hamparkan
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
أَخْرَجَ مِنْهَا مَآءَهَا وَمَرْعَىٰهَا
Akhraja minhā mā'ahā wa mar‘āhā.
Darinya Dia pancarkan mata air, dan (ditumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَٱلْجِبَالَ أَرْسَىٰهَا
Wal-jibāla arsāhā.
Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan kokoh
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
مَتَـٰعًۭا لَّكُمْ وَلِأَنْعَـٰمِكُمْ
Matā‘al lakum wa li'an‘āmikum.
(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَإِذَا جَآءَتِ ٱلطَّآمَّةُ ٱلْكُبْرَىٰ
Fa iżā jā'atiṭ-ṭāmmatul-kubrā.
Maka apabila malapetaka besar (hari Kiamat) telah datang
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
يَوْمَ يَتَذَكَّرُ ٱلْإِنسَـٰنُ مَا سَعَىٰ
Yauma yatażakkarul-insānu mā sa‘ā.
yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَبُرِّزَتِ ٱلْجَحِيمُ لِمَن يَرَىٰ
Wa burrizatil-jaḥīmu limay yarā.
dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَأَمَّا مَن طَغَىٰ
Fa ammā man ṭagā.
Maka adapun orang yang melampaui batas
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَءَاثَرَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا
Wa āṡaral-ḥayātad-dun-yā.
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَإِنَّ ٱلْجَحِيمَ هِىَ ٱلْمَأْوَىٰ
Fa innal-jaḥīma hiyal-ma'wā.
maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفْسَ عَنِ ٱلْهَوَىٰ
Wa ammā man khāfa maqāma rabbihī wa nahan-nafsa ‘anil-hawā.
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فَإِنَّ ٱلْجَنَّةَ هِىَ ٱلْمَأْوَىٰ
Fa innal-jannata hiyal-ma'wā.
maka sungguh, surgalah tempat tinggal-(nya)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا
Yas'alūnaka ‘anis-sā‘ati ayyāna mursāhā.
Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat, "Kapankah terjadinya
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
فِيمَ أَنتَ مِن ذِكْرَىٰهَآ
Fīma anta min żikrāhā.
Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
إِلَىٰ رَبِّكَ مُنتَهَىٰهَآ
Ilā rabbika muntahāhā.
Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahannya (ketentuan waktunya)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
إِنَّمَآ أَنتَ مُنذِرُ مَن يَخْشَىٰهَا
Innamā anta munżiru may yakhsyāhā.
Engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari Kiamat)
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوٓا۟ إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَىٰهَا
Ka'annahum yauma yaraunahā lam yalbaṡū illā ‘asyiyyatan au ḍuḥāhā.
Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari
▶
Putar
☷
Tafsir
🔖
Tandai Bacaan