TUNTUNAN SHOLAT

Cara Berwudhu

Cara Berwudhu lengkap dengan bacaan Arab, latin, terjemah, dalil, keutamaan dan audio apabila tersedia.

← Kembali ke Tuntunan Sholat
TUNTUNAN SHOLAT
الْوُضُوْءُ

Cara Berwudhu

Tuntunan ibadah berdasarkan materi yang tersimpan pada database.
Tampilkan: Arab Arab + Latin Arab + Latin + Terjemah
Mode baca: Per Bagian Per Halaman
1
Pengertian Wudhu
Wudhu adalah bersuci dari hadas kecil sebagai salah satu syarat untuk shalat.
DALIL
QS. Al-Ma'idah: 6; HR. Muslim: Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci.
KEUTAMAAN
Menjadikan seseorang berada dalam keadaan suci untuk melaksanakan ibadah yang mensyaratkan thaharah.
CATATAN
Materi disusun mengikuti enam fardu wudhu dalam rujukan fikih Syafi'iyah.
1
Doa Sebelum Berwudhu
بِسْمِ اللّٰهِ
Bismillāh.
Dengan nama Allah.
DALIL
HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah; lafaz pembuka wudhu yang masyhur.
KEUTAMAAN
Membuka wudhu dengan menyebut nama Allah.
CATATAN
Dibaca sebelum mulai berwudhu.
2
Basmalah Sebelum Wudhu
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
Bismillahir rahmanir rahim.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
DALIL
Anjuran membaca basmalah sebelum wudhu disebut dalam pembahasan sunnah wudhu.
KEUTAMAAN
Mengawali bersuci dengan menyebut nama Allah.
2
Membaca Niat Berwudhu
نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitul-wuḍū-a liraf‘il-ḥadatsil-aṣghari farḍan lillāhi ta‘ālā.
Aku berniat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardu karena Allah Ta‘ala.
DALIL
Materi fiqih wudhu.
KEUTAMAAN
Niat merupakan maksud hati untuk melakukan wudhu karena Allah.
CATATAN
Lafaz niat dapat berbeda menurut tradisi pengajaran; yang pokok adalah niat di dalam hati.
3
Niat Wudhu
نَوَيْتُ رَفْعَ الْحَدَثِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu raf'al hadatsi lillahi ta'ala.
Aku berniat menghilangkan hadas karena Allah Ta'ala.
DALIL
QS. Al-Ma'idah: 6; pembahasan niat wudhu dalam fikih.
KEUTAMAAN
Niat merupakan salah satu fardu wudhu dalam mazhab Syafi'i.
CATATAN
Niat tempatnya di hati dan dilakukan bersamaan dengan membasuh wajah.
3
Urutan Cara Berwudhu
غَسْلُ الْيَدَيْنِ، وَالْمَضْمَضَةُ، وَالِاسْتِنْشَاقُ، وَغَسْلُ الْوَجْهِ، وَغَسْلُ الْيَدَيْنِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ، وَمَسْحُ الرَّأْسِ، وَمَسْحُ الْأُذُنَيْنِ، وَغَسْلُ الرِّجْلَيْنِ
Ghaslul-yadain, al-maḍmaḍah, wal-istinsyāq, wa ghaslul-wajh, wa ghaslul-yadain ilal-mirfaqain, wa masaḥur-ra’s, wa masaḥul-udzunain, wa ghaslur-rijlain.
Membasuh kedua tangan, berkumur, memasukkan air ke hidung, membasuh wajah, membasuh tangan sampai siku, mengusap kepala, mengusap telinga, dan membasuh kedua kaki.
DALIL
QS. Al-Maidah: 6
KEUTAMAAN
Menjalankan wudhu dengan tertib sesuai tuntunan syariat.
CATATAN
Urutan praktik mengikuti tata cara wudhu yang dikenal dalam hadis-hadis Nabi ﷺ.
4
Membasuh Kedua Tangan
Membasuh kedua tangan sebelum masuk pada anggota wudhu berikutnya.
KEUTAMAAN
Menyempurnakan tata cara wudhu sesuai ketentuan fikih.
CATATAN
Rincian ini mengikuti pembagian fardu/sunnah yang digunakan dalam mazhab Syafi'i.
4
Doa Setelah Berwudhu
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللّٰهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Asyhadu allā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh. Allāhummaj‘alnī minat-tawwābīna waj‘alnī minal-mutaṭahhirīn.
Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci.
DALIL
HR. Tirmidzi
KEUTAMAAN
Bacaan setelah wudhu untuk memperbarui syahadat dan memohon termasuk orang yang bertaubat serta bersuci.
CATATAN
Dibaca setelah selesai wudhu.
5
Berkumur
Memasukkan air ke dalam mulut lalu berkumur.
KEUTAMAAN
Menyempurnakan tata cara wudhu sesuai ketentuan fikih.
CATATAN
Rincian ini mengikuti pembagian fardu/sunnah yang digunakan dalam mazhab Syafi'i.
6
Istinsyaq
Menghirup air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya.
KEUTAMAAN
Menyempurnakan tata cara wudhu sesuai ketentuan fikih.
CATATAN
Rincian ini mengikuti pembagian fardu/sunnah yang digunakan dalam mazhab Syafi'i.
7
Membasuh Wajah
Membasuh seluruh wajah dari batas tumbuh rambut sampai dagu dan dari telinga ke telinga.
DALIL
QS. Al-Ma'idah: 6.
KEUTAMAAN
Menyempurnakan tata cara wudhu sesuai ketentuan fikih.
CATATAN
Rincian ini mengikuti pembagian fardu/sunnah yang digunakan dalam mazhab Syafi'i.
8
Membasuh Tangan Hingga Siku
Membasuh kedua tangan sampai siku dan memastikan air mengenai seluruh bagian yang wajib dibasuh.
DALIL
QS. Al-Ma'idah: 6.
KEUTAMAAN
Menyempurnakan tata cara wudhu sesuai ketentuan fikih.
CATATAN
Rincian ini mengikuti pembagian fardu/sunnah yang digunakan dalam mazhab Syafi'i.
9
Mengusap Sebagian Kepala
Mengusap sebagian kepala dengan air.
DALIL
QS. Al-Ma'idah: 6.
KEUTAMAAN
Menyempurnakan tata cara wudhu sesuai ketentuan fikih.
CATATAN
Rincian ini mengikuti pembagian fardu/sunnah yang digunakan dalam mazhab Syafi'i.
10
Mengusap Telinga
Mengusap bagian telinga sebagai bagian dari sunnah wudhu.
KEUTAMAAN
Menyempurnakan tata cara wudhu sesuai ketentuan fikih.
CATATAN
Rincian ini mengikuti pembagian fardu/sunnah yang digunakan dalam mazhab Syafi'i.
11
Membasuh Kedua Kaki Hingga Mata Kaki
Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki.
DALIL
QS. Al-Ma'idah: 6.
KEUTAMAAN
Menyempurnakan tata cara wudhu sesuai ketentuan fikih.
CATATAN
Rincian ini mengikuti pembagian fardu/sunnah yang digunakan dalam mazhab Syafi'i.
12
Tertib
Melakukan rukun wudhu secara berurutan.
DALIL
Pembahasan fikih Syafi'iyah.
KEUTAMAAN
Menyempurnakan tata cara wudhu sesuai ketentuan fikih.
CATATAN
Rincian ini mengikuti pembagian fardu/sunnah yang digunakan dalam mazhab Syafi'i.
13
Doa Saat Membasuh Anggota Wudhu
Tidak ada doa khusus yang sahih dari Nabi ﷺ untuk setiap anggota wudhu secara terpisah.
DALIL
Tidak terdapat riwayat sahih yang menetapkan doa khusus untuk wajah, tangan, kepala, dan kaki secara satu per satu.
KEUTAMAAN
Menjaga agar pengguna tidak mengira bacaan yang tidak memiliki dasar kuat sebagai sunnah khusus.
CATATAN
Doa umum boleh dibaca, tetapi jangan diberi label sebagai sunnah khusus dari Nabi ﷺ.
14
Doa Setelah Wudhu
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Asyhadu alla ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahummaj'alni minat-tawwabina waj'alni minal-mutathahhirin.
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya; dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan termasuk orang-orang yang menyucikan diri.
DALIL
HR. Muslim tentang dzikir setelah wudhu; redaksi tambahan 'Allahummaj'alni...' dikenal dalam riwayat Tirmidzi.
KEUTAMAAN
Membuka delapan pintu surga bagi orang yang menyempurnakan wudhu lalu membaca syahadat, sebagaimana hadits Muslim.